Lepas Tangan
Lepas tangan berarti menghindari tanggung jawab terhadap tugas, amanah, atau persoalan yang seharusnya diselesaikan. Sikap ini menunjukkan ketidakpedulian setelah suatu urusan diserahkan kepada pihak lain, padahal kewajiban moral dan etika masih melekat pada diri seseorang.
Peribahasa lepas tangan mengajarkan bahwa amanah bukan sekadar menerima tugas, tetapi juga memastikan tugas itu terlaksana dengan baik hingga tuntas.
Dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang yang mudah melepaskan tanggung jawab akan kehilangan kepercayaan orang lain. Kepercayaan adalah modal sosial yang nilainya jauh lebih mahal daripada harta benda.
Dalam dunia kerja, sikap lepas tangan sering menjadi penyebab kegagalan sebuah program. Pekerjaan yang semula dirancang dengan baik dapat berakhir sia-sia apabila setiap orang saling menyalahkan dan tidak ada yang bersedia bertanggung jawab.
Pemimpin yang baik justru hadir di garis depan ketika menghadapi kesulitan, bukan menghilang ketika persoalan muncul.
Dalam kehidupan keluarga, orang tua tidak boleh lepas tangan terhadap pendidikan anak. Memberikan fasilitas semata belum cukup apabila tidak diiringi perhatian, kasih sayang, serta keteladanan. Anak-anak belajar lebih banyak dari contoh yang mereka lihat daripada nasihat yang mereka dengar.

Dalam kehidupan berbangsa, budaya tidak lepas tangan menjadi fondasi pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Setiap pejabat, aparatur, maupun warga negara mempunyai tanggung jawab sesuai perannya. Apabila setiap persoalan dilempar kepada orang lain, pembangunan akan berjalan lambat dan masyarakatlah yang akhirnya menanggung akibatnya.
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Oleh karena itu, amanah harus dijaga dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Tanggung jawab kepada manusia pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan pula di hadapan Allah SWT. Sikap lepas tangan bukanlah akhlak seorang mukmin yang menjunjung tinggi nilai amanah.
Peribahasa Melayu Kolaborasi ChatGPT dan Thamrin Dahlan berupaya menghidupkan kembali kearifan lokal agar tetap relevan di era digital.
Peribahasa lepas tangan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis rasa tanggung jawab. Sebaliknya, semakin maju peradaban, semakin besar pula tuntutan untuk memegang amanah dengan jujur, bekerja hingga tuntas, dan meninggalkan warisan keteladanan bagi generasi penerus.
Semoga nilai luhur ini terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Salam Takziem
- BHP , 20 Juli 2026
- Thamrin Dahlan






