3 Pena: Penasehat, Penakawan, Penasaran
Penulis bukan mata duitan. Kalimat sederhana ini sesungguhnya menyimpan filosofi besar tentang dunia literasi. Menulis bukan semata-mata mengejar honor, royalti, popularitas, apalagi pujian. Penulis menulis karena ada gagasan yang ingin disampaikan, pengalaman yang ingin dibagikan, kegelisahan yang ingin disuarakan, dan pengetahuan yang ingin diwariskan. Uang boleh datang kemudian, tetapi kepuasan batin ketika tulisan dibaca dan memberi manfaat jauh lebih bernilai. Literasi adalah ladang amal; setiap kata yang baik mudah-mudahan menjadi kebaikan yang terus mengalir kepada pembaca.
Seorang penulis sejatinya memiliki 3 Pena: Penasehat, Penakawan, dan Penasaran. Pena Penasehat hadir ketika tulisan memberikan pandangan, nasihat, dan jalan keluar bagi pembaca. Pena Penakawan membuat tulisan terasa akrab, ringan, humoris, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan Pena Penasaran mendorong penulis terus bertanya, membaca, mencari tahu, serta menggali sesuatu yang belum diketahui. Tiga pena inilah yang membuat aktivitas menulis tidak pernah kehilangan ruh. Menulis akhirnya bukan pekerjaan mekanis, melainkan perjalanan intelektual sekaligus perjalanan batin.
Pena Penasehat bukan berarti penulis merasa paling pintar. Justru penulis yang baik belajar dari pengalaman hidup sebelum memberikan nasihat. Ia menulis dengan rendah hati: “Saya pernah mengalami, mari kita belajar bersama.” Tulisan menjadi jembatan antara pengalaman penulis dan kehidupan pembaca. Nasihat yang lahir dari ketulusan biasanya lebih mudah diterima daripada nasihat yang disampaikan dengan kesombongan. Filosofi literasi mengajarkan bahwa ilmu semakin bermakna ketika dibagikan, bukan ketika disimpan sendiri.
Pena Penakawan mengajarkan bahwa tulisan tidak harus selalu berat. Sesekali pembaca membutuhkan senyum, pantun, humor, kisah sederhana, dan cerita kehidupan. Penulis boleh serius membicarakan bangsa, agama, pendidikan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan, tetapi tetap memberi ruang bagi manusia untuk tertawa. Literasi tidak harus berwajah kaku. Kata-kata dapat menjadi sahabat, menghibur yang sedang lelah, menyemangati yang sedang berjuang, bahkan mempertemukan manusia melalui cerita.
Sementara Pena Penasaran adalah tenaga penggerak literasi. Penulis tidak boleh cepat merasa sudah tahu semuanya. Dunia berubah, teknologi berkembang, masyarakat bergerak, dan pengetahuan terus bertambah. Rasa penasaran membuat penulis rajin membaca, berdiskusi, bertanya, melakukan verifikasi, kemudian mengolah temuan menjadi tulisan. Penulis yang berhenti penasaran perlahan kehilangan bahan bakar kreativitas. Karena itu, literasi sesungguhnya adalah perjalanan tanpa garis akhir: membaca, berpikir, menulis, berbagi, lalu kembali membaca.
Ada satu filosofi yang layak dipegang setiap penulis: “Biarkan tulisanmu membela dirinya sendiri.” Tidak perlu terlalu sibuk menjelaskan bahwa tulisan kita bagus. Biarkan pembaca menilai, merasakan, menerima, mengkritik, atau bahkan tidak menyukainya. Begitu pula dengan buku: “Biarlah bukumu mengikuti takdirnya.” Ada buku yang cepat menemukan pembacanya, ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ada tulisan yang ramai dibicarakan, ada pula yang sunyi tetapi diam-diam bermanfaat bagi seseorang. Tugas penulis adalah melahirkan karya sebaik mungkin; setelah itu biarkan karya menjalani perjalanan dan takdirnya.
Bagi Thamrin Dahlan, menulis adalah sesuatu yang dinikmati sekaligus disyukuri. Kemampuan menulis dipandang sebagai karunia yang patut digunakan untuk berbagi kebaikan. Tidak harus selalu menghitung berapa rupiah yang diperoleh dari sebuah tulisan. Yang lebih penting adalah kemaslahatan yang mungkin lahir dari kata-kata sederhana. Moto literasinya: “Literasi Ladang Amal, Berbagi Kebaikan untuk Kemaslahatan.” Maka menulislah dengan ikhlas, teruslah membaca dengan rendah hati, dan jangan berhenti berbagi. Sebab boleh jadi satu tulisan yang kita anggap sederhana justru menjadi amal yang dikenang panjang setelah kita tidak lagi berada di dunia.
Salam Literasi
BHP 15 Agustus 2026
Thamrin Dahlan














