Usia Bukan Sekadar Angka

Terbaru, YPTD15 Dilihat

Usia Bukan Sekadar Angka

Usia benarkah hanya sekadar angka? Pertanyaan sederhana, namun menyimpan makna yang dalam. Hitungan usia memang tercatat dalam kalender dan kartu identitas, tetapi perjalanan hidup tidak selalu dapat diukur hanya dengan angka. Ada manusia yang masih muda dalam usia, tetapi terasa tua dalam semangat. Sebaliknya, ada yang telah lanjut usia, namun tetap ceria, aktif, dan penuh gairah menjalani kehidupan.

Usia adalah perjalanan. Setiap kerutan di wajah sesungguhnya menyimpan cerita, pengalaman, perjuangan, bahkan air mata dan tawa. Tidak perlu malu dengan bertambahnya usia. Kerutan bukan tanda kekalahan, melainkan jejak perjalanan yang patut disyukuri. Rambut memutih bukan berarti semangat ikut memudar.

    • Usia benarkah hanya sekedar angka
      hitungan antar manusia kerap berbeda 
      tua muda terlihat di kerut wajah muka 
      kecuali anda nan selalu terlihat muda 

Benar, hitungan usia antarmanusia kerap berbeda. Ada yang melihat umur dari bilangan tahun, ada pula yang menghitungnya dari seberapa banyak pengalaman dan manfaat yang telah diberikan kepada sesama. Maka, menjadi tua bukan persoalan angka, melainkan bagaimana kita tetap menjaga hati agar senantiasa muda: suka bersilaturahmi, gemar berbagi, dan terus belajar.

Kecuali Anda yang selalu terlihat muda. Bukan semata-mata karena wajah tanpa kerutan, tetapi karena hati yang lapang dan pikiran yang positif. Senyum yang tulus, tubuh yang tetap bergerak, persahabatan yang terjaga, serta keinginan untuk terus berkarya membuat seseorang tampak muda dalam pandangan orang lain. Muda adalah semangat yang hidup di dalam jiwa.

Akhirnya, jangan terlalu sibuk menghitung usia. Lebih baik menghitung nikmat, menghitung sahabat, menghitung kebaikan yang telah dilakukan, dan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Selama masih diberi kesempatan menikmati kehidupan, mari terus berkarya dan bermanfaat. Usia boleh bertambah, tetapi semangat jangan pernah menyerah.

  • Salam-salaman,
  • Salam Literasi.
  • BHP, 26 Agustus 2926
  • Thamrin Dahlan

Tinggalkan Balasan