banner 728x90
banner 120x600
banner 120x600

Kapolri Menyapa Jamaah Seusai Shalat Jumat

Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Polri, Terbaru, YPTD24 Dilihat

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto  menyapa jamaah seusai Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Nostalgia Religi di Mabes Polri: Meneladani Syiar Kebersamaan dan Pentingnya Silaturahmi

Sudah cukup lama terbersit niat di dalam hati untuk menegakkan Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri. Niat ini dilandasi kerinduan untuk bernostalgia secara religi di tempat pernah mengabdi, setelah 16 tahun berlalu sejak purna tugas. Rasanya memang sudah teramat lama saya tidak menyambangi kawasan Trunojoyo—tempat di mana saya meniti pengabdian selama 30 tahun di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Niat tersebut semakin kuat setelah Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (sebelumnya Kepala BNN) dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 sebagai Kapolri. Tak kenal maka tak paham. Saya pun membaca dengan saksama rekam jejak karier Beliau dari media sosial terpercaya. Salah satu tulisan yang sangat berkesan bagi saya adalah ulasan Bapak Dahlan Iskan di portal disway.id mengenai tradisi Jumling (Jumat Keliling) yang konsisten dijalankan oleh Beliau.

(Referensi tulisan: terbitin.id/thamrin-dahlan/10/2026/jumling-suyudi/)

Setelah membaca tuntas perihal ibadah Jumat Keliling tersebut, saya memandangnya sebagai langkah yang luar biasa bagi seorang pejabat tinggi. Tradisi ini telah Beliau laksanakan sejak menjabat sebagai Kapolda Banten dengan berpindah-pindah masjid. Pendekatan ini tidak hanya mendekatkan kepolisian dengan warga, tetapi juga menuai banyak apresiasi karena merupakan wujud nyata tugas Polri di tengah masyarakat.

Ditinjau dari pendekatan Islam, kegiatan ini bernilai Tabligh (mensyiarkan informasi kebaikan) sekaligus mencerminkan keteladanan kepemimpinan Rasulullah SAW selain sifat Shiddiq, Amanah, dan Fathanah. Sebagai seorang penulis, saya bersama rekan-rekan pembaca setia tulisan Bapak Dahlan Iskan memberikan apresiasi melalui kolom komentar.

Khutbah Jumat dan Perbedaan Makna Usia vs Umur

Alhamdulillah, niat untuk Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta Selatan, akhirnya terwujud. Berangkat dari kediaman sekitar pukul 10.00 WIB, saya tiba di lokasi cukup awal sehingga masih bisa menempati shaf ketiga. Pelan tapi pasti, jemaah mulai memenuhi area lantai 2 yang terletak di tengah-tengah kompleks perkantoran Mabes Polri.

Tampak Kapolri bersama para Pejabat Utama (PJU) duduk khusyuk di shaf depan. Jemaah terus berdatangan hingga melimpah ke pelataran halaman dengan alas sajadah tambahan.

Dalam khutbahnya, Khatib menyampaikan renungan mendalam mengenai perbedaan antara Usia dan Umur. Dalam pandangan Islam, usia dimaknai sebatas deretan angka, sedangkan umur diukur dari seberapa banyak amal ibadah yang telah ditunaikan. Itulah sebabnya saat seseorang menginjak usia 40 tahun, Al-Qur’an memberikan tuntunan doa yang khusus, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15:

“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.'”

Khatib memimpin Shalat Jumat pada tanggal 9 Oktober 2026 (bertepatan dengan 28 Rabiul Akhir 1448 Hijriah). Pada rakaat pertama, Beliau membaca Surah Ad-Dhuha (Surah ke-93), dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Insyirah (Surah ke-94). Shalat kemudian diakhiri dengan doa bersama yang khusyuk.

Pesan Kerendahan Hati dari Kapolri

Selesai shalat, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto naik ke mimbar. Masih mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH), Beliau menyampaikan sapaan hangat sekaligus pesan syiar kepada para jemaah. Berikut kutipan narasi yang dirangkum dari Media Humas Mabes Polri dan ANTARA News:

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengingatkan jajaran kepolisian untuk senantiasa bersikap rendah hati dan tidak sombong saat memberikan arahan usai Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta.

Beliau menegaskan bahwa jabatan, pangkat, kedudukan, maupun harta bukanlah alasan bagi seseorang untuk merasa lebih tinggi dari yang lain. Sebaliknya, semua yang melekat adalah titipan Allah SWT yang wajib disyukuri dan didayagunakan untuk memberi manfaat bagi sesama.

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” tegas Beliau.

Kapolri menekankan bahwa kerendahan hati merupakan cerminan akhlak mulia. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk bijaksana, peduli, dan menjadi teladan. Nilai keimanan harus diwujudkan dalam aksi nyata, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat.

Jemaah menyimak dengan saksama pesan dari Kapolri yang disampaikan secara spontan tanpa teks, namun tetap serius dan berwibawa. Saya menangkap bahwa pesan yang disampaikan Beliau berakar kuat dalam memori permanennya, selaras dengan motto kepolisian: Polri Bersama Masyarakat.

Jalinan Silaturahmi dan Penyerahan Karya

Seusai arahan, Kapolri berkenan menyalami para jemaah. Alhamdulillah, sebagai seorang purnawirawan Polri, saya mendapat kesempatan bersalaman langsung sembari menyerahkan kenang-kenangan berupa buku karya saya yang berjudul “Pengabdian Tanpa Batas Jabatan”.

Kapolri memberikan apresiasi hangat. Beliau menyapa dan mengenali sosok Irjen Pol. (P) Prof. Dr. Eko Indra Heri, S.H., M.M. (mantan Asisten SDM Kapolri) yang menjadi subjek utama buku tersebut. Buku terbitan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (ber-ISBN) ini mengulas kiprah dan pengabdian Jenderal Eko Indra Heri di tengah masyarakat pasca-purna tugas.

Rangkaian silaturahmi berlanjut ke Pusdokkes Polri. Di sana, saya bersilaturahmi sekaligus menyerahkan buku “Perusuh Dahlan Iskan” kepada Kapus Dokkes Polri, Irjen Pol. Dr. dr. Asep Hendradiana, Sp.An-TI., Subsp.IC(K)., M.Kes.

Catatan Penutup

Sebagai penutup perjalanan religi hari ini, izinkan saya mengutip bait pantun:

  • Banyak berjalan banyak dilihat,
  • Banyak dilihat bisa ditulis.
  • Mensyiarkan berita ke masyarakat,
  • Semoga bermanfaat kerjaan jurnalis.

Demikian laporan kegiatan ini saya tulis. Saya selalu berupaya untuk terus mendawamkan silaturahmi demi menjaga kesehatan jiwa dan raga (Pena Sehat). Manfaat Jumat yang penuh berkah ini semakin memperkaya pemahaman kita tentang makna hidup dan kehidupan.

InsyaAllah, kita senantiasa istiqamah dan saling mendoakan dalam menunaikan bakti bagi kemaslahatan umat.

BHP, 10 Oktober 2026

Kombes Pol (P) H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si

 

 

 

Tinggalkan Balasan