Aku Mencintai Sepenuhnya

Terbaru340 Dilihat

Mencintai Sepenuhnya

Selasa, 18 November 2025, saya dan istri Hj. Enida Busri melangkah pagi-pagi menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Pada usia yang telah masuk kategori lanjut, menjaga kesehatan adalah ikhtiar syukur, bukan sekadar kewajiban, melainkan amanah kehidupan.

Pukul 07.30 kami diterima petugas Poliklinik Eksekutif. Prosedur Administrasi BPJS berjalan seperti biasa dengan rekam wajah. Ruang tunggu pagi itu dipenuhi sejawat Purnawirawan Polri beserta para ibu pendamping. Suasana hangat: saling menyapa, saling bertanya hendak berobat ke bagian apa, seolah menjadi silaturahmi reuni kecil yang memberi semangat.

Saya sendiri akan kontrol ke dokter jantung, menjalankan anjuran dari pemeriksaan beberapa bulan lalu. Kontrol ini menjadi cara melaporkan perkembangan setelah disiplin menjalankan saran dokter dan minum obat teratur.

Petugas menyampaikan dokter masih melayani pasien rawat inap. Masih ada waktu lebih dari satu jam, maka saya dan istri izin sarapan sejenak di kedai kecil dikawasan rumah sakit.

Di sana kami bertemu Adinda Erlinda yang baru menuntaskan senam pernapasan rutin bersama para pensiunan. Setiap Selasa pagi kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan menjaga kesehatan, difasilitasi dokter khusus bagi pasien asma. Kami pun memesan nasi goreng bertiga.

Tak jauh dari meja kami duduk Bapak Kombes Pol (P) Kudihadi dan istri. Beliau baru selesai kontrol yang merupakan pasien pertama dokter jantung hari itu. Senior alumni AKPOL  1973 tersebut tampak sehat; pada usia 77 tahun, beliau masih segar, ceria, dan bugar. Saya memperkenalkan diri sebagai alumni Sepawamil ABRI 1980.

Ketika saya bertanya resep sehatnya, beliau tersenyum dan menjawab pelan namun sangat dalam maknanya:

“Sederhana saja, Mas Thamrin. Saya mengamalkan ajaran agama:

 Aku Mencintai Allah SWT, Rasulullah Nabi Muhammad SAW, dan seluruh makhluk-Nya secara total  sepenuhnya.”

Istri beliau mengangguk sambil tersenyum, seakan menjadi saksi betapa prinsip itu benar-benar dijalani. Saya dan istri tertegun Inilah pelajaran hidup dan kehidupan bisa hadir di mana saja, pada waktu yang tak terduga.

Mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati


“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampunimu…”
QS Ali Imran: 31

Allah Akbar. Allah menakdirkan kami bersua  setelah sama-sama melewati masa pengabdian di Polri. Mas Kudihadi pernah bertugas di sattuanN Kerja Inspektur Pengawasan, sementara saya mengakhiri masa dinas sebagai staf di Direktorast Paska Rehabilitas Badan Narkotika Nasional.

  • Pagi cerah hujan pun turun,
    Daun basah wangi tertimpa embun.
    Cinta kepada Allah tak pernah turun,
    Sehat terjaga hati terhimpun susun  

Hujan turun semakin deras. Kami bersalaman, bertukar nomor ponsel, lalu bergegas menuju Poliklinik Eksekutif. Masih ada dua pasien sebelum giliran kami. Di ruang tunggu, kami kembali bertemu Bang Haji Ahmad Khotib dan Hajjah Kombes Pol (P) Dr. Rahmawati Arsyad—sahabat se-kafilah Haji Mabes Polri tahun 2003. Sebuah pertemuan penuh kenangan.

Alhamdulillah, akhirnya kami dipanggil masuk.
Masih olahraga tenis Pak Thamrin ?” tanya dokter spesialis jantung.

Istri saya menjawab, “Ya dokter, sekarang suami saya ganti tenis meja, kami rutin puasa Senin-Kamis, mengatur pola makan, obat kolesterol diminum teratur, olahraga jalan kaki semampunya.”

Dokter mengangguk. “Baik, saya buatkan surat pengantar laboratorium. Besok puasa, ya. Silakan kembali ke Poliklinik Eksekutif.”

  • Jalan-jalan di Kramat Jati,
    Singgah sebentar membeli roti.
    Cinta kepada sesama makhluk Ilahi,
    Menjadi obat bagi tubuh dan hati.

Selesai sudah pemeriksaan hari itu. Di  ruang Poliklinik masih tampak beberapa sejawat purnawirawan menunggu obat. Fasilitas dan pelayanan RS Polri Kramatjati ini benar-benar membuat kami pensiunan  merasa berada di rumah sendiri—nyaman, ramah, dan profesional. Terima kasih kepada Pusdokkes Polri dan RS Bhayangkara TK I R. Said Sukanto.

Hujan kian deras. Kemenakanda Tika membantu memesan kendaraan. Di depan Poliklinik Umum, pasien yang sudah selesai berobat antre menunggu jemputan.

RS Polri tampak semakin dicintai masyarakat—pelayanan BPJS lancar, tenaga medis bekerja tulus, dan seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.

Terima kasih. Terima kasih.

  • Salam Literasi
  • BHP, 20 November 2025
  • TD

 

Tinggalkan Balasan