Sudah hampir satu purmana dari purnama sebelumnya, aku ingin tidak mempercayainya tapi ini sesuatu yang tidak mungkin bisa aku enyahkan dari pikiran maupun hatiku begitu saja. Sebelumnya aku tidak pernah Selengkapnya
Cerpen
MaulanaYa Suamiku (part 4)
“Tidak perlu minta maaf, aku fikir Bang Maulana akan menjadi imam yang baik buatku ternyata aku salah. Pantas saja selama kami menikah aku selalu merasa kalau dia bukan imanku. Silakan Selengkapnya
MaulanaYa Suamiku (part 3)
Sudah sebulan suamiku di Mes, baru satu kali suamiku pulang ke rumah. Aku bertanya – tanya sepemalas itukah suamiku sampai tidak pulang ke rumah. Untung belum punya anak, jika tidak Selengkapnya
MaulanaYa Suamiku (part 2)
Brak, suara pintu di banting dengan keras. Pasti suamiku pulang dari kerja, hmmm aku menghembus napas berat pasti terjadi sesuatu di kantor sehingga suamiku membanting pintu dengan keras. “Sri, ambilkan Selengkapnya
MaulanaYa Suamiku (part 1)
Keheningan pagi selalu menganggu tidur lelapku, entah karena sudah dari kecil dibisakan oleh orang tuaku untuk selalu bangun sebelum subuh. “ Sri jangan sampai rezeki mu di patuk dan dimakan Selengkapnya
Bukan Penulis (Part akhir)
Hampir setengah hari Ibu di rumah, setelah Ibu aku hanya menduga – duga apa yang terjadi dengan Ayah. Sampai segitunya Ayah depresi dengan kepergian Lia, walaupun Aku bukan anak Ayah Selengkapnya
Bukan Penulis (Part 8)
“Kau dan Anak laknatmu membuat Anakku meninggal.” “Ayah pelankan suaramu, jangan sampai Ila mendengarnya. Ila tidak bersalah dalam hal ini. “Ingat Yah, Bang Faisal yang menyangupi menikahiku walaupun Ayah tahu Selengkapnya
Bukan Penulis (Part 7)
Isak tangis tak bisa berhenti dari mulut Ibu, setelah melihat dan memastikan bahwa mayat yang dihadapan kami saat ini benar mayat adikku Lia. Sementara Ayah langsung terduduk lemas bagai tidak Selengkapnya
Menumpang
“Adikmu mau daftar kemana? Ini hari terakhir UMPTN.” Ucap Roni pada Dodi. “Dia maunya jurusan Bahasa Inggris,” jawab Dodi. “Nah, segera putuskan kalau mau daftar UGM, sekarang hari terakhir. Sudah Selengkapnya
Bukan Penulis (Part 6)
Bunyi mobil berhenti dari arah depan rumahku membuat mata Ayah, Ibu dan Aku memandang ke arah pintu depan. Aku melihat Ayah melepakan pelukkan dari Ibu, berdiri dan berjalan menuju pintu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 20
- 21
- 22
- 23
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













