Cerpen: Kematian Ayah

“Kalian bisa pulang sekarang?” Tanyaku via telepon kepada ketiga anakku. Mereka tidak tinggal serumah bersama kami. Masing-masing telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri. Si sulung sudah lama merantau di negeri

Kerumunan Tersangka

  Dulu tidak pernah Bahkan sejak zaman firaun Ada pelarangan berkerumun Apalagi hukuman badan bagi pelanggar   Berkerumun silaturahmi tiada beda Corona penyebab pemisah Masker jaga  jarak jadi senjata Agar

Cerpen: Burung-burung Desa

Pagi itu, mentari seperti terlambat bangun. Para manusia sudah bermunculan, berkerumun dan bekerja mencari sesuap nasi. Langit terbentang gelap. Kumpulan awan pembawa hujan semalam masih lengkap. Sisa-sisa sinar bulan ada

Air Mata Kelembutan Hati

Saat mata ini masih mampu berkaca-kaca  tak terbendung mengalir menjadi air mata  oleh sebuah peristiwa  bersyukur dalam doa  penanda kelembutan hati masih ada    Kelembutan hati mesti terpelihara  agar rasa

JAMILAH

Di sebuah desa, hiduplah seorang dara cantik bernama Jamilah. Dia adalah sosok wanita idaman yang menjadi bunga desa di kampungnya. Wajahnya ayu, putih, dan bersih sekali. Terlihat pandai mengurus diri.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.