00.00 Tung Widut Dunia menantimu Satu waktu Terdiam menunggu Hilang angka dalam detik Semua bersorak Terompet menggema Kembang api meluncur Meletus bagai perang dunia Menyalakan malam gelap Melenyapkan bintang Sorak Selengkapnya
Fiksiana
Penfhujung Tahun
Penghujung Tahun Tung Widut Menulis sebuah karya Mengungkapakan rasa Di tanggal terakhir tahun ini Semua bermakna Mata terbuka bersama matahari Bersama pagi Bersama hati Sederet kata berkata Tentang pembelajaran hidup Selengkapnya
Selembar Tisu
Selembar Tisu Tung Widut Selembar penghapus air mata Warna tak lagi menyatu dengan hati Buram Kucel Lecek Menjijikan Tapi kamu dimana Selalu di cari Di setiap sudut ruang Dalam mobil Selengkapnya
Dedaunan Basah
Dedaunan Basah Tung Widut Dedaunan pagi menggigil di balut kabut Lebih tebal dari biasa Sisa hujan semalaman Pandangan pada setetes embun Menggelantung pada ujung daun Hijau semakin merayu Menghapus layu Selengkapnya
Meraih Asa di Kota Gudeg (part 1)
Gengaman tangan ibu aku lepaskan, aku tahu ibu tidak rela dengan kepergianku. Hanya alasan klise yang biasa aku berikan kepada ibu, kota yogya tempat yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Selengkapnya
Meminang Kata
Meminang Kata Tung Widut Aku meminang mu sebagai makna Yang mampu mengungkap rasa Kesedihan tak hanya di ungkap dengan air mata Kemarahan tak harus berupa umpatan Sanjungan buka hanya jempol Selengkapnya
Benarkah Aku Berdiri
Tepatkah Aku Berdiri Tung Widut Berdiri diantara mereka Tanpa kata Menjelajah media Dari sekelompok tawa Di meja kerja Membuka lembar demi lembar Pada kaca bercahaya Tanpa ditemukan sepatah kata Selengkapnya
Layu Rindu Ku
Layu Rinduku Tung Widut Bersama pudarnya harapan Kedatangannya berubah Setelah perantauan merenggut Dari cinta yang kau tinggalkan Di sudut matamu masih menyimpan Kenangan yang kau dustai sendiri Lirik mu Selengkapnya
Selamat Pagi Ketinggian
Selamat Pagi Ketinggian Tung Widut Sianar pagi membisu Terbalut embun pagi Dari ketinggian gedung menyapa Selamat datang mentari Hangatkan tubuh di luar selimut Bangkitkan semangat Beri kenikmatan hirupan udara Dingin Selengkapnya
Ada yang Tertinggal
Ada Yang Tertinggal Tung widut Disisi bilik hati Ada satu ruang tak tersentuh Dengan langkah meninggalkan Tanpa menunggu mentari bersinar Melaju Menyusuri garis putih jalanan Jauh meninggalkan kamar bertebaran Diantaranya Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- …
- 383
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














