“Al, ada yang menganggu pikiran Alya?” ucapan Aldi membuatku mengalihkan pandangan ke arah Aldi yang ternyata lagi menatapku. Aku hanya tersenyum dan kembali melihat ke anak – anaknya Aldi yang Selengkapnya
Fiksiana
Rembulan Pagi
Rembulan Pagi Tung Widut Langit biru menyambut pagi Terlihat bulan pasi Membumbung di langit tunggi Tak ada yang menghargai Membayangkan cahaya sabit Garis sempurna malam tadi Seperti dalam dongeng Berdampingan Selengkapnya
Rindu Dulu
Rindu Dulu Tung Widut Termenung menerawang jauh Menembus waktu yang telah meninggalkan Tentang masa jalan masih bertanah Genangan setelah hujan Membuat kita riang Menyusuri sampai ujung Menuju hamparan sawah Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye”Puisi Siswaku.”
Rasa bangga, tentu saja apalagi ada siswa yang sungguh tertarik untuk belajar menulis puisi dengan Nyakbaye. Kami sama – sama belajar untuk membuat puisi bagi pengemar puisi. izinkan puisi siswa Selengkapnya
December and Rain
December and Rain December and rain are friends Like a pile of sugar and the ants Everyone knows this month soon ends I expect I could get the happy Selengkapnya
Celoteh Anak Pesisir Pulau”Aku Bangga Menjadi Anak Pesisir Pulau”
Wai sangat bangga menjadi anak pesisir pulau.Wai lahir di Sanglar 21 September 1978 anak ke 13 dari 14 saudara.Dari 14 saudara hanya tinggal 4 saudara yang masih hidup.Semua ini adalah Selengkapnya
Reuni (4)
sudah berlalu, sejak saat itu selalu saja ada chat dari Aldi yang menanyakan kabarku, serta menyampaikan salam rindu dari anak – anaknya kepadaku bagaikan makan obat saja. bukan hanya chat Selengkapnya
Celoteh Anak Pesisir Pulau”Narasumber Berbagi Praktik Baik Angkatan 2 Provinsi Kepulauan Riau”
Surat tertanggal 8 Desember 2022 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan perihal Calon Narasumber Berbagi Praktik Baik,Kepala Sekolah dan Guru pendaftarannya yang dilakukan pada tanggal 21 Selengkapnya
Rindu
Rindu Karenamu Keriduan padamu Yang tak mampu tergantikan Sayangku yang termanis Jatuh cinta wajib bagiku Hanya dirimu Waktuku untukmu Mata hati telah buta Dengan rindu menggebu Bunga ditaman semerbak dirimu Selengkapnya
Senandung Embun Pagi
Senandung Embun Pagi Tung Widut Senyap sementara dalam balutan kabut Setelah adan berkumandang Sepi dalam temaram lampu jalanan Sayup mulai terdengar Merdunya ayat Allah dari toa surau Memecah kabut dingin Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- …
- 383
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












