Keselarasan Sempurna Karya: Sim Chung Wei Ekosistem global tak terbatas terkoneksi secara ajaib tak terduga secara logika lewat tangan sang Khalik Individu dalam semesta bagai titik diselembar kain putih bagai Selengkapnya
Puisi
Lembaran Kisah Hidup
Lembaran Kisah Hidup Karya : Sim Chung Wei Lembaran kisah hidupku setiap hari kubuka kutulis dengan kisahku dengan tinta jiwa Sampai pada titik ini bertanya kapan lembaran ini habis? pertanyaan Selengkapnya
Hujan Menjelang Pagi
Hujan Menjelang Pagi Tung Widut Diawali dengan gerimis Gelegar dilangit menghipnotis Takut Ngeri Tak memandang Bukankah ini yang kau tunggu beberapa hari ini Panas yang menyengat Keringat basahi mukena tarawih Selengkapnya
Darik: RUMAHKU ISTANAKU
Rumahku, Istanaku Oleh: Ambu Guru Sejuta cerita terukir indah Pada dinding terlukis megah Tempat kami merajut kisah Bangun mahligai nan mawadah Sejuta bahagia kurasa Rumahku yang biasa Bagai Selengkapnya
Hening
Hening karya : Sim Chung Wei Dalam sunyi kuberdiam tanpa ada getaran suara bukan dalam gelap kelam sunyi memberi rehat bagi raga Diam seribu bahasa saat tenang bagi pikiran memberi Selengkapnya
Darik: Waktu Takkan Berulang
Waktu Takkan Berulang Oleh: Ambu Guru Roda kehidupan tetap berputar Ketika siang baskara bersinar Kala malam indurasmi berpendar Bersama kelip gemintang berbinar. Cakrawala fajar merona Tawarkan sejuta pesona Selengkapnya
Darik: Senjaku Telah Datang
Senjaku Telah Datang Oleh: Ambu Guru Betapa Kehidupan melenakan Waktu terlupakan Kini umur berkurang Senja telah datang Gelap kan menjelang Keindahan dunia tinggal sesaat Waktu berpulang semakin Selengkapnya
Di Keheningan Malam
Di keheningan malam .. Penulis tua itu .. Masih duduk termangu .. Mata belum terasa mengantuk .. Sementara beberapa tulisan sudah ia tuntaskan .. Penulis tua itu .. Masih Selengkapnya
Darik: Ramadan, Rinduku Membuncah
Ramadan, Rinduku Membuncah Oleh: Ambu Guru Membuncah Mengharu rasa Penuhi asa Kedatanganmu kini kunanti Sementara kumenata hati Menyambutmu segenap hati Ramadan, suasanamu nan indah Penyegar jiwa-jiwa Selengkapnya
Kerinduan
Kerinduan Tung Widut Bintang adakah dia kau lihat Agar bulan menyampaikan puisi hati Tetang rindu menggebu Angin semilir bertiup Mampukah kau sapa dia Ingatkan aku menantinya Dalam terik dan dinginnya Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- …
- 241
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









