Sudahkah Jadi Guru Peduli? Oleh: Ambu Guru Pada tupoksi sudah terikat Peran guru telah melekat Bukan sekadar mengajar hebat Mendidik, itulah peranan terkuat Siswa memiliki potensi Membutuhkan banyak Selengkapnya
Puisi
Renungan Pagi
Wahai sobatku, Berusahalah untuk selalu melakukan .. Mengingat akan dua hal .. Dan melupakan dua hal lainnya .. Dua hal yang harus diingat .. Adalah selalu mengingat Allah .. Selengkapnya
Darik: Ada Resah di Bulan Ramadan
Ada Resah di Bulan Ramadan Oleh: Ambu Guru Entah siapa yang salah Selalu saja ada masalah Yang cukup membuat resah Harga kebutuhan pokok berpindah Harga naik melangit Keadaan Selengkapnya
Penampilan Pertama
Penampilan Pertama Tung Widut Apa yang kau rasa Saat pertama di panggung Gemetar Keringat dingin Sulit konsentrasi Terasa hanya satu kali Pengalaman mengarungi dunia panggung Sejuta rasa Bangga Tepuk tangan Selengkapnya
Darik: Saatnya Perpisahan
Saatnya Perpisahan Oleh: Ambu Guru Jabatan Kini saatnya Kau melepasnya Takkan bisa menolak Walaupun serak berteriak Memohon tidak bertolak Jabatan hanyalah sebuah amanat Takkan abadi, berbatas Selengkapnya
Cerita Seorang Penulis Tua
Malam ini .. Meski sudah larut .. Aku belum juga terasa mengantuk Karena aku masih harus menuntaskan sebuah tulisan .. Agar esok pagi .. Sudah bisa terpublikasi dan dibaca Selengkapnya
Ngunduh Wohing Pakarti
Wahai sobatku .. Teruslah berusaha .. Untuk bisa menjalani hidup .. Sebagai seorang yang bijak .. Yang selalu bertindak hati-hati .. Berpikir jauh ke depan .. Ketika akan melakukan Selengkapnya
Pagi Senyap
Pagi Senyap Tung Widut Senyap gelap Kabut dingin menyelimuti Terbenam selimut hangat Malas Diam Tak beranjak Kumandang Adan mulai bersahutan Gemericik air tetangga Sepi pecah Nanti saja Masih dingin Perlahan Selengkapnya
DARIK: TUHAN MAHA PEMBERI
Tuhan Maha Pemberi Oleh: Ambu Guru Pernahkah kau merasa frustasi? Tenggelam dalam doa khusyuk Namun sepertinya tak terkabul Sepertinya doa tiada arti Jawabannya berserah dirilah Nanti kan kautemukan Selengkapnya
Diam tanpa Asa
Diam tanpa Asa Karya : Sim Chung Wei Ketika kekuatiran terus menghimpit seperti dti yang terus tumbuh mengurung setiap dalam sempit merenggut asa hendak bertumbuh Sesak yang kian membebani menahan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










