Vaksin  Rahmat

Insan  meronta, mengapa  wabah  ini  belum  purna Terdengar semakin  merajalela  menumbangkan  setiap  manusia Kita  dibuat  lumpuh, runduk  dalam kebijakkan  alam Yang  lama  dirusak  dan  dikeruk  membabi  buta.   Tuhan  punya 

Tatapan  Bermakna

  Tatkala  aku  datang Wajah  musim rontok  masih  tersisa. Membius  rasa, yang  tak  pernah  kujumpai  di  Indonesia Semua  pohon  kering kerontang Rasa  garing  yang  menggarang… Apakah  saya  belum  merasa  kerasan

Lima  Sila  satu  Jiwa

Lima  Sila  satu  Jiwa Pujangga  Nusantara samadi  bertapa Mengolah  rasa  menjadi  karsa Mencari  makna  di situasi  tata  negara Dari  mulanya  nusantara  sudah  berbhineka Guyup  rukun  gotong  royong  , damai, bersatu 

Kerja  yang  Tulus

  Dihadapan  Tuhan   semua   pekerjaan  baik, Sama  nilai dan  maknanya jika  disertai  ujud  murni  nan  tulus ada  yang  bekerja  dalam  diam ada  yang  butuh  perhatian  dan  selalu  cari  pujian.  

Hujan  lewat

      Semalaman  hujan  menghujam  dengan  derasnya, Pagi, dia   masih  meninggalkan  rintiknya. Langit  mendung  haruskan  jiwaku  ikut  murung? Keheningan  kupeluk, kucercap  semangat  dan  gairah  baru Agar  hati  tidak  terpuruk.

Isyarat    Hari

Dihening  cipta  ditengah  buana Kepalaku  tunduk  menyimak  sunyi Diantara  rumput  hijau  dan  bunga-bunga  liar Diantara  tetumbuhan  yang  terbentang  di taman.   Terdapat  suatu  keheningan Dalam  diri  mereka  setelah  dipeluk  malam.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.