Resensi Buku dalam Kisah Omjay
Code Red Sampai Evakuasi: Sebuah Buku yang Layak Menjadi Panduan Wajib di Rumah Sakit Indonesia
Ketika pertama kali melihat sampul buku Code Red sampai Evakuasi: Manajemen Bencana di Rumah Sakit Bertingkat karya Ardiansyah, perhatian saya langsung tertuju pada ilustrasi kebakaran sebuah rumah sakit bertingkat yang menggambarkan suasana penuh kepanikan, petugas yang berjuang menyelamatkan pasien, serta proses evakuasi yang menegangkan. Sampul itu seolah mengingatkan kita bahwa bencana tidak pernah memberi tanda terlebih dahulu. Buku ini terdiri dari 22 bab yang membahas secara sistematis penanganan bencana di rumah sakit, mulai dari konsep dasar hingga tahap pemulihan pascabencana.
Dalam Kisah Omjay, saya sering mengatakan bahwa buku terbaik adalah buku yang lahir dari pengalaman, kepedulian, dan keinginan untuk menyelamatkan banyak orang. Buku karya Ardiansyah ini memenuhi ketiga unsur tersebut. Penulis tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi mengajak pembaca memahami bahwa rumah sakit memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan gedung biasa karena di dalamnya terdapat pasien yang bergantung pada alat-alat medis dan membutuhkan pertolongan setiap saat.
Hal yang paling saya sukai adalah cara penulis menyusun isi buku secara bertahap. Pembaca diajak memahami terlebih dahulu mengapa rumah sakit bertingkat memiliki risiko tinggi, kemudian dikenalkan dengan Hospital Disaster Plan (HDP), sistem kode darurat, prosedur RACE dan PASS, hingga teknik evakuasi pasien ICU, NICU, dan pasien tirah baring. Semua disusun runtut sehingga mudah dipelajari, bahkan oleh pembaca yang baru mengenal dunia manajemen bencana rumah sakit.
Saya juga mengapresiasi penjelasan mengenai Incident Command System (ICS), komunikasi darurat, pengendalian kerumunan, triase evakuasi, hingga tahap recovery setelah bencana. Pembahasan ini menunjukkan bahwa penulis memahami pentingnya koordinasi antartim dalam situasi krisis. Tidak ada satu orang pun yang dapat bekerja sendiri ketika bencana terjadi. Semua harus memiliki peran yang jelas.
Keunggulan lain buku ini adalah bahasanya yang praktis. Banyak buku kebencanaan menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami, sedangkan Ardiansyah memilih bahasa yang lugas sehingga tenaga kesehatan, petugas keamanan, manajemen rumah sakit, bahkan mahasiswa dapat mempelajarinya dengan nyaman. Buku ini layak dijadikan bahan pelatihan sekaligus referensi untuk meningkatkan budaya keselamatan di rumah sakit.
Sebagai seorang guru yang senang menulis, saya melihat buku ini memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Isinya tidak hanya mengajarkan prosedur, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keselamatan pasien merupakan tanggung jawab seluruh warga rumah sakit. Pesan seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam dunia pelayanan kesehatan.
Saran Omjay untuk Penulis
Sebagus apa pun sebuah buku, selalu ada ruang untuk penyempurnaan. Berikut beberapa saran yang saya yakin akan membuat edisi berikutnya menjadi lebih istimewa.
Pertama, akan sangat menarik jika setiap bab dilengkapi studi kasus nyata dari kejadian kebakaran atau bencana di rumah sakit, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kisah nyata akan membuat pembaca lebih mudah memahami mengapa prosedur tertentu harus dilakukan.
Kedua, buku ini akan semakin kuat jika disertai foto, diagram alur evakuasi, peta jalur penyelamatan, tabel, dan ilustrasi. Visual akan membantu pembaca memahami langkah-langkah yang dijelaskan.
Ketiga, pada akhir setiap bab dapat ditambahkan ringkasan poin penting, latihan soal, dan lembar evaluasi sehingga buku ini bisa langsung digunakan sebagai modul pelatihan bagi rumah sakit.
Keempat, akan sangat bermanfaat jika penulis menambahkan pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi pelaporan bencana, sistem monitoring pasien berbasis IoT, kecerdasan buatan (AI), atau dashboard manajemen insiden yang mulai banyak diterapkan di fasilitas kesehatan modern.
Kelima, saya menyarankan adanya pembahasan yang mengaitkan materi dengan regulasi nasional, standar akreditasi rumah sakit, dan kebijakan Kementerian Kesehatan, sehingga buku ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga rujukan praktis.
Penutup
Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan selamat kepada Ardiansyah atas lahirnya buku yang sangat bermanfaat ini. Saya yakin buku Code Red sampai Evakuasi: Manajemen Bencana di Rumah Sakit Bertingkat akan menjadi referensi penting bagi tenaga kesehatan, mahasiswa, pengelola rumah sakit, dan siapa pun yang peduli terhadap keselamatan pasien.
Buku ini bukan sekadar menjelaskan apa yang harus dilakukan ketika bencana datang, tetapi mengajarkan bahwa kesiapsiagaan adalah bentuk kasih sayang kepada sesama manusia. Ketika ilmu dipersiapkan sebelum musibah datang, banyak nyawa dapat diselamatkan.
Dalam bahasa Omjay, saya selalu mengingatkan, “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.” Saya berharap Ardiansyah terus berkarya, memperbarui isi buku ini sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, dan menghadirkan karya-karya berikutnya yang semakin memperkaya literatur kesehatan Indonesia.
Selamat berkarya, Pak Ardiansyah. Semoga buku ini dibaca oleh banyak orang, menjadi pegangan dalam pelatihan kebencanaan rumah sakit, dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir karena telah membantu menyelamatkan nyawa manusia.








