Bagaimana Caranya?

Terbaru258 Dilihat

Penyesalan selalu hadir di belakang. Jikalah penyesalan hadir diawal maka tidak ada pekerjaan yang tertunda. Setiap pekerjaan yang telah dibuatkan jadwalnya tetap akan ada peluang untuk tertunda karena kuatnya pengaruh kata “tunda” Terhadap seseorang.

Nantilah… Sebentar lagilah… Itu adalah kata yang mewakili seseorang untuk tidak menyegerakan melakukan sesuatu.

Awalnya memang terasa biasa saja, namun lama kelamaan kata-kata itu mulai masuk kedalam pikiran. Sehingga mempengaruhi seseorang untuk tidak melakukan yang seharusnya ia lakukan.

Misanya menulis, bagi seseorang yang telah rutin menulis biasanya apapun halangannya ia akan selalu sempatkan menulis.

Seberapa besarpun alasannya tetap kegiatan menulis ia lakukan. Itu terjadi karena rasa inginnya lebih besar dari rasa menundanya.

Satu keberuntungan besar jikalah seseorang telah mampu memanage waktunya dengan baik. Memprioritaskan yang utama sehingga rasa puas dan bahagia yang ia dapatkan tidak setengah melainkan full.

Ingin sekali rasanya diri ini menjadi seperti itu. Menulis bukan tuntutan lagi tetapi lebih kepada kebutuhan.

Ingin hari-hari dilalui dengan adanya goresan. Ingin meluahkan asa dan rasa setiap harinya. Sehingga kesan yang ditinggalkan pada hari itu.

Akankah diriku mampu disiplin dalam menulis? Apa yang harus aku lakukan pertama kalinya? Apakah ada yang bisa membantu menjawabnya?

 

Tinggalkan Balasan