LEBARNYA JURANG PEMISAH ANTARA BODOH DAN BEBAL

Terbaru1 Dilihat

Dua kata ini: bodoh dan bebal dalam percakapan sehari-hari sering dipakai bergantian seakan sama. Padahal maknanya berbeda.

Ketika seseorang punya keterbatasan pengetahuan, pemahaman, atau kemampuan berpikir pada suatu waktu tertentu bisa dikatakan masih bodoh. Bisa terjadi karena kurang belajar, kurang pengalaman, kurang informasi, atau belum mendapat kesempatan. Karena itu, kebodohan masih dapat diperbaiki melalui pendidikan, latihan, membaca, mendengar nasihat, dan kerendahan hati untuk belajar. Orang yang hari ini dianggap bodoh belum tentu tetap demikian di masa depan.

Lalu bebal itu seperti apa?
Bebal lebih menunjuk pada sikap hati dan watak. Orang bebal sering kali sudah diberi penjelasan, pengalaman, bahkan peringatan, tetapi tetap menolak memahami atau berubah. Keadaan ini bukan semata-mata kurang tahu. Ada hal yang dikenal dengan istilah keras kepala, tak peduli terhadap kebenaran, masukan, atau kenyataan. Kebebalan lebih sulit diatasi dibanding kebodohan. Karena itu ada ungkapan berbunyi:”Orang bodoh masih bisa diajar, tetapi orang bebal sulit dinasihati.”

Arogansi, merasa paling benar, enggan mendengar orang lain, fanatisme buta,
atau kemalasan berpikir. Kesemuanya itu s Kebebalan sering melahirkan kebebalan.

Sikap yang penting di jaga bukanlah “sudah tahu segalanya”, melainkan: mau belajar, mau mendengar,
mau mengoreksi diri,
dan mau berubah ketika salah.
Pengetahuan membuat manusia cerdas, tetapi kerendahan hati membuat manusia bijaksana.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan