“Asa dan cita milad ku”
By: Pujiasty
Tak terasa perjalanan waktu
Menyongsong esok
meraih mimpi kutapaki hari
Seiring usia berkurang
Tak hanya ucap keterpaksaan
Hanya pemantik penuh keraguan
BersamaMu damailah wahai jiwa
Kau ajarkan kesejukan hikmah terdalam
Mungkinkah hamba di jalanMu?
Aku hanyalah warna yang tak bisa menyempurnakan pelangi
Aku hanya menawarkan keteduhan dari teriknya mentari
Ujian terjal berliku menghampiri
Aku tetap slalu bertahan
Bila waktuku telah habis
Tak kan bisa lagi mata ini menangis
Aku tak kan pernah tahu
Iringan rindu yang muncul selepas pergi
Masa terganti masa dan perlahan usiapun pupus memudar
Kenangan penuh warna
Bersama senja memetik makna
Rindu asa ku terucap tanpa kata
Lirihku kini bangkit tertatih
Berharap bahagia di hari nanti
Ku coba terus meraih cita dan impian
Terus melanglang menebar kebermanfaatan
Walau duri dan kerikil mencacah
Yakinkan diri menjadi pribadi Istiqomah
Setiap anugrah yang dirasakan
Dalam setiap detik cerita
Suka duka haru biru begitu kuat menderu
Semoga kisah berlanjut
Lukiskan pada putihnya langit
Di setiap sisipan doa munajat
SabdaMu membuat sunyi kelu memberi jarak antara diri dan dunia
Memulihkan diri dari hidup yang semakin rumit
Dari fatamorgana duniawi mencoba menuai keikhlasan
Perlahan memberi setitik cahaya
Hingga raga menutup mata
Menanti bahagia asa terwujud menuju ridhoNya








