
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang menyempurnakan sebuah buku.
Ada yang bilang bahwa buku tanpa cover belumlah sempurna untuk dikatakan sebagai sebuah buku.
Anggapan tersebut cukup beralasan karena cover sebuah buku akan menjadikan buku seperti berbaju.
Bila seseorang memakai baju yang bagus atau indah tentu akan menarik perhatian orang lain yang melihatnya.
Demikian juga dengan buku, bila cover sebuah buku dibuat bagus atau indah maka tentulah buku tersebut akan menarik perhatian orang untuk minimal melihatnya.
Disamping seperti baju, cover buku kadang juga menunjukkan isi dari buku tersebut yang tervisualisasikan dalam gambar.
Kemudian ada juga yang membuat cover buku sebagai momen kenangan dari penulisnya yang juga tervisualisasikan dalam gambar.
Lalu ada juga yang membuat cover buku dengan visualisasi gambar yang mengandung makna dari judul buku tersebut.
Menyempurnakan sebuah buku dengan melengkapinya dengan cover buku, itulah yang menjadi aktivitas saya di pagi hingga siang hari kemarin (Sabtu, 24/04/2021).
Buku ke-18 saya sedang dalam pengurusan ISBN di Perpustakaan Nasional via penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Oleh karena itu saya perlu melengkapinya dengan cover agar sempurna menjadi sebuah buku.
Buku yang berjudul Ngeteh Morning Bareng Nurwendo merupakan Seri 2, berisikan 56 artikel yang pernah dipublikasi di rubrik NGETEH MORNING di website YPTD : terbitin.id.
Cover dari buku tersebut saya buat tak jauh beda dengan cover buku Seri 1 yang dibuatkan oleh kawan saya seorang penulis senior yang juga seorang ahli desain grafis yaitu Bang Aji Natha.
Hanya saja di cover buku Seri 2 ini didominasi oleh warna coklat sedangkan cover buku Seri 1 didominasi oleh warna coklat dan hijau.
Cangkir atau gelas yang berisi teh hangat dengan asap yang mengepul selalu menjadi ciri khas dari Buku Seri 1, Seri 2 dan Seri selanjutnya yang saya rencanakan ada 6 Seri hingga akhir tahun 2021. Visualisasi ini sesuai dengan judul yaitu Ngeteh atau minum teh hangat di pagi hari (Morning).
Mudah mudahan buku ini segera dapat lisensi ISBN dari Perpustakaan Nasional lalu bisa naik cetak dan diterbitkan. Selanjutnya bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi banyak orang yang membacanya.
Insya Allah .
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Melihat Anak Kecil Lagi Bermain Jangkrik
Sedang Kakaknya Tengah Duduk Beristirahat
Agar Buku Jadi Lebih Menarik
Buatlah Covernya Yang Indah Dilihat
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 25 April 2021












