
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Macan Kemayoran Yang Tampil Kurang Spartan Di Laga Pertama Kompetisi BRI Liga 1 2021-2022.
Kemarin (Minggu, 05/09/2021) malam tepatnya jam 20.30 WIB, saya menyaksikan pertandingan kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 antara PSS Sleman melawan Persija Jakarta. Sebagai pendukung Persija Jakarta sejak masih kecil, hampir setiap laga Macan Kemayoran – Julukan Persija Jakarta – yang disiarkan lewat stasiun TV tak pernah saya lewatkan. Bahkan sebagai penulis, saya sudah menerbitkan dua buku khusus tentang Persija Jakarta saat tampil sebagai Juara Liga 1 2017 dan Juara Piala Menpora 2021.
Pertandingan yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TV Indosiar berlangsung sengit selama 90 menit dan pertandingan berakhir dengan imbang 1-1.
Persija Jakarta unggul lebih dahulu di menit ke-17 lewat gol yang dicetak oleh pemain asing Jann Motta. Namun keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan. Di babak kedua, PSS Sleman berhasil menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1 pada menit ke-67 lewat gol yang dicetak oleh Irkham Milla.
Menariknya, dua gol yang tercipta dihasilkan lewat bola rebound dan mampu dimaksimalkan menjadi gol.
Saya sedikit mengulas permainan Persija Jakarta di laga melawan PSS Sleman ini. Persija Jakarta tampil tidak biasa di laga ini karena menggunakan formasi 4-4-2 dengan menempatkan dua striker, Taufik Hidayat dan Marko Simic di lini depan. Dua pemain tengah yang berkarakter sama dimainkan yaitu Toni Sucipto dan Rohit Chand sehingga Persija Jakarta tidak menggunakan geladang serang di laga ini yang biasa ditempati oleh Ramdani Lestaluhu atau Braif Fatari.
Penampilan Persija Jakarta di menit menit awal babak pertama cukup agresif terutama pergerakan winger Riko Simanjuntak yang begitu menyulitkan pemain bertahan PSS Sleman. Hanya saja serangan Persija Jakarta lebih banyak dibangun lewat direct ball dari belakang ke depan. Jarang memulai serangan lewat lini tengah.
Setelah unggul satu gol, permainan Persija Jakarta lebih banyak menunggu dan bermain di daerah sendiri sehingga PSS Sleman mulai bisa keluar menyerang dengan mengandalkan dua winger cepatnua, Irfan Jaya dan Irkham Milla.
Namun demikian, pertahanan Persija Jakarta cukup solid untuk membendung serangan PSS Sleman. Persija Jakarta memiliki peluang emas untuk menambah gol, sayangnya bola dari tendangan Riko Simanjuntak masih melambung di atas mistar gawang PSS Sleman.
Sementara striker Marko Simic dan Taufik Hidayat sulit bergerak dengan kawalan begitu ketat dari pemain bertahan PSS Sleman.
Memasuki babak kedua, permainan Persija Jakarta tetap monoton dan tampil kurang greget dan spartan serta masih tetap mengandalkan direct ball dari belakang ke depan. Dua pemain tengah Toni Sucipto dan Rohit Chand lebih konsen memotong serangan PSS Sleman daripada melakukan kreativitas serangan dan mengalirkan bola ke lini depan sehingga Taufik Hidayat dan Marko Simic jarang mendapatkan bola dari lini tengah. Serangan Persija Jakarta masih bertumpu pada Riko Simanjuntak yang disuport Marko Motta. Sementara Osvaldo Haay jarang menerima umpan matang.
Sebaliknya PSS Sleman semakin agresif menyerang terutama lewat Irfan Jaya yang fokus menusuk di sisi kiri pertahanan Persija Jakarta. Penampilan Rezaldi Hehanussa terlihat menurun di babak kedua dan kelemahan ini dimanfaatkan oleh Irfan Jaya sehingga bisa memberikan umpan ke jantung pertahanan Persija Jakarta yang akhirnya bisa berbuah gol.
PSS Sleman terus bermain agresif setelah kedudukan imbang. Beruntung gawang Persija Jakarta tidak kebobolan lagi. Duet bek tengah Persija Jakarta memang cukup solid untuk menahan gempuran PSS Sleman.
Sementara Persija Jakarta mulai melakukan serangan dari lini tengah karena strategi direct ball sudah terbaca oleh pemain bertahan PSS Sleman.
Hingga laga berakhir, upaya Persija Jakarta untuk bisa meraih kemenangan kandas dan harus puas hanya bermain imbang.
Tentu saja hasil imbang di laga pertama kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 ini mengecewakan suporter fanatiknya The JakMania yang sangat mengingikan sang Macan Kemayoran meraih kemenangan di laga pertamanya.
Penampilan Persija Jakarta yang kurang greget dan spartan ini harus segera dievaluasi oleh tim pelatih sebelum kembali bertanding di laga kedua.
Tetap semangat Macan Kemayoran !
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Mengunjungi Teman Yang Tinggal Di Asrama
Saat Kecil Pernah Tinggal Di Kota Ambarawa
Persija Gagal Meraih Poin Tiga Di Laga Pertama
Membuat JakMania Sedih Dan Kecewa
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 6 September 2021





