Mengkonsumsi Bahasa Bijak Dari Orang Hebat YPTD,Akan Membuahkan Hasil Yang Baik

KMAB, Literasi, Terbaru, YPTD1073 Dilihat

Kata bijak dari Ayahnda Dahlan Iskan ” Kalau tak pandai berpantun,jangan mengngaku orang melayu ” . Kata-kata bijak ini menggugah hati Wai sebagai orang Melayu untuk bisa berpantun dan memahami makna dari sebuah pantun. Wai orang Melayu dari daerah pesisir Desa Sanglar Kecamatan Durai Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Wai merasa dan sangat terasa dari bahasanya. Sudah tentu orang Melayu harus bisa atau terbiasa berpantun. Wai sedih karena Wai orang Melayu,tapi Wai tak bisa berpantun. Ini suatu motivasi untuk diri Wai berpacu,untuk bisa berpantun. Suatu prinsip yang harus wai tanamkan pada diri Wai “ jika takut salah ngak usah belajar,orang yang mau belajar sesuatu sudah tentu salah,dan kesalahan akan menjadi pembangkit semangat diri “.

Di YPTD banyak sekali pemikiran-pemikiran orang bijak yang akan menumbuh kembangkan orang-orang hebat di Negeri ini. Ayahnda Dahlan Iskan tidak mau khazanah atau budaya kearifan lokal Melayu yaitu pantun hilang ditelan bumi. Zaman boleh berubah dan maju,namun budaya kearifan lokal berpantun harus dilestarikan.

Kata bijak yang ketiga dari Ayahnda Thamrin Dahlan. ” Kehidupan keseharian dalam pergaulan di masyarakat pada dasarnya merupakan silaturahim untuk saling berbagi kebaikan melalui kehidupan nyata tatap muka sehari hari maupun dunia maya “.Kata bijak yang memberikan arti bahwa berbagai macam kegiatan yang baik,yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari hari. Jika slaing memperhatikan dan membantu oarang lain dalam mencari suatu solusi untuk menyelesaikan suatu masalah,dan kita hadir membantu untuk mereka yang membutuhkan kita,maka semua kenikmatan yang kita miliki akan menjadi kesempurnaan yang tak terhingga. Kemudian jalinan silaturahmi adalah suatu ikatan yang kuat,yang melahirkan nikmat berkepanjangan baik dunia maya ataupun nyata. Ayahnda Thamrin Dahlan adalah contoh nyata buat kaula muda untuk memetik hikmah dari perbuatan dan jati diri yang terus memperhatikan kebutuhan orang banyak. Beliau siap melayani berbagai macam penulis dengan latar belakang yang berbeda di laman YPTD dan diterbitkan untuk di jadikan buku.

Keberagaman latar belakang penulis justru menguatkan ikatan kekerabatan saling menghargai dan menghormati,inilah bukti nyata bahwa di dunia Literasai tidak ada diskriminasi “. Maksudnya,jika kita saling menghargai,menghormati antar sesama sudah tentu lingkungan dimana kita tinggal kan terasa nyaman. Dan tiada sekatan sekatan dalam birokrasi. Dengan kebersamaan Litersai kan terjalin suatu kebersamaan yang kuat. Menyatukan suatu pemikiran melalui sebuah tulisan,agar orang lain ikut atau masuk untuk memahaminya.

Buku ke-50 Ayahnda Thamrin Dahlan adalah buku yang ditulis oleh rekanan Literasi,dalam penghargaan atas nikmat usia Ayahnda Thamrin Dahlan yang ke-70 tahun. Buku tersebut ditulis oleh orang-orang bijak yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia ataupun Maca Negara. Karena Literasi tak kenal usia,drajat,pangkat dan lainya. Di buku Thamrin Dahlan 70 Tahun Rekam Jejak Literasi YPTD telah berkumpul orang-orang bijak yang menulis berbagai inspirasinya dalam wadah kebersamaan yang kuat. Buku tersebut ditulis oleh 81 orang-orang bijak dari pesisir pulau ataupun daratan dengan 500 halaman.Ini suatu bukti nyata dari pegerakan Penggiat Literasi Negeri ini yaitu Ayahnda Thamrin Dahlan.

Ketika buku ke-50 Ayahnda Thamrin Dahlan 70 Tahun Rekam Jejak Literasi YPTD telah sampai ditangan Wai,Wai merasa sangat sangat bangga dan terharu karena Wai berkumpul dengan penulis penulis bijak penggiat Literasi Negeri ini. Sujud syukurpun Wai sampaikan kepada keribaan Alloh Swt. Kebanggaan yang Wai rasakan tak terlepas dari dorongan juga semangat dari orang orang bijak di laman YPTD.

Kata kata bijak dari Bapak Tjiptadinata Effendi. Nama yang hampir sama dengan nama Wai,Raja zainol afandi. Kata bijaknya yang dapat Wai ambil ” Kalau sekedar bercerita atau bertiori tentang berbuat baik dan menolong orang mengapai impian mereka tentu saja banyak,orang yang pintar dan piawai dalam bertutur kata maupun dalam tulisannya “. Dari kata bijak ini dapat Wai simpulkan bahwa segala sesuatu keinginan tidak hanya bahasa teori belaka,namun harus bisa dan terbiasa mengimplementasikan sebaik mungkin dalam kehidupan sehari hari.Contohnya Ayahnda Thamrin Dahlan telah memberikan bukti nyata dimata semua kalangan untuk sama merangkul dan membantu apa yang menjadi sebuah harapan juga keinginan orang lain. Orang bijak pasti baik yang mana akan terus memikirkan untuk memberikan kemudahan untuk menuju impian tersebut. Ayahnda Thamrin Dahlan telah berbuat secara nyata bahwa ” sebaik baiknya manusia adalah yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain “. Apa tidak, di laman YPTD hampir tiada jeda,dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari orang orang bijak terus berliterasi dari berbagai sudut pandangnya.

 

 

Tinggalkan Balasan