26 Oktober 2021
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau
Tujuh belas tahun tak terasa
Tubuhku sudah mulai lelah dahaga
Keriput mengukir makna cinta
Nafas berpaut dalam sarang jiwa
Rasa kasihmu tak pernah berupa
Atau berpura pura
Kesederhanaanmu merajut jiwa raga
Menerpa hari hari menepis harta
Senyummu terpancar pesona
Ikhlas bersamaku mengarungi dunia
Aku terus terpaut dalam raut pesona
Dari rebah sederhanamu mengusik jiwa
Tiada tampak cela menghias wajah mengundang dosa
Engkau selimuti dengan rupa sederhana
Aku akan terus menggagumimu
Dalam setiap drap langkahku
Dalam setiap perjalananku
Bahkan dalam munajad doa doaku
Aku yakin
Engkaulah pendamping puing puing masa tuaku
Dalam peluk kasih erat menyatu
Menjadi permaisuri bersama surgaku
Dari kesederhanaanmu merajut jiwa ragaku











