RASAKAN MANFAAT: “POWER OF NAP”–TERLELAP SEJENAK

Terbaru28 Dilihat

Dalam kehidupan modern yang padat aktivitas, tak jarang tubuh terasa penat. Benak serasa penuh sesak dengan berbagai pemikiran. Dalam kondisi seperti ini tidur singkat dapat menjadi cara sederhana untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan.

Terlelap antara 10-30 menit mengurangi kelelahan, memulihkan tenaga tanpa membuat tubuh terasa berat atau pusing ketika terjaga. Dikenal dengan “Power of Nap”
Pada tidur terlalu lama dapat menyebabkan sleep inertia (rasa pusing dan lemas setelah bangun). Selain itu terlelap sejenak ini memperbaiki suasana hati karena membantu menurunkan stres dan memperbaiki mood.

Beberapa penelitian menunjukkan istirahat yang cukup, termasuk tidur siang singkat, dapat membantu menurunkan mendukung kesehatan jantung. Kurang tidur sering membuat seseorang mudah marah atau emosional.

Tubuh manusia memang memiliki ritme alami yang membuat energi menurun di tengah hari. Di beberapa negara seperti Spanyol terkenal dengan budaya siesta. Pada masa lalu, banyak toko tutup beberapa jam pada siang hari agar orang dapat makan dan beristirahat.

Meski di kota besar kebiasaan tidur siang ini mulai berkurang karena ritme kerja modern, konsep istirahat siang masih melekat kuat dalam budaya Spanyol. Terkenal dengan budaya “Siesta”. Pada masa lalu, banyak toko tutup beberapa jam pada siang hari agar orang dapat makan dan beristirahat.

Italy punya tradisi “Riposo”, yaitu jeda istirahat siang, terutama di kota kecil dan daerah pedesaan. Banyak usaha keluarga tutup sementara pada siang hari. Cuaca panas di di Meksiko membuat masyarakat terbiasa mengurangi aktivitas di tengah hari. Istirahat siang dianggap membantu menjaga stamina.

Dalam budaya China istirahat siang dipandang baik untuk kesehatan.Tidur siang singkat di kantor atau sekolah cukup umum. Di Jepang dikenal istilah Inemuri, tidur singkat di tempat kerja atau transpirtasi umum meski mungkin dikira orang yang terlelap itu kelelahan. Demikian juga di Korea, Filipina Dan Vietnam, sebagian pekerja dan pelajar memanfaatkan waktu makan siang untuk tidur singkat demi memulihkan energi.

Bagaimana dengan Indonesia?
Tidur siang cukup lazim, terutama pada anak-anak, lansia, atau masyarakat di daerah dengan aktivitas fisik tinggi. Di beberapa daerah pedesaan, istirahat siang menjadi bagian alami ritme kehidupan.

Menariknya, saat ini banyak perusahaan modern di berbagai negara mulai menyediakan ruang tidur singkat (nap room) karena penelitian menunjukkan bahwa “power nap” dapat meningkatkan fokus, kreativitas, dan produktivitas kerja. Bahkan beberapa perusahaan teknologi besar mulai melihat tidur singkat bukan sebagai kemalasan, melainkan bagian dari manajemen energi manusia.

Tentu tidur sejenak ini perlu dilakukan dengan bijak:
Durasi ideal sekitar 10–30 menit. Waktu terbaik biasanya antara jam 1–3 siang.
Pepatah China yang populer mengatakan: “Jika engkau ingin senang satu jam, pergilah tidur siang”. Pepatah ini menekankan bahwa istirahat/tidur sejenak adalah cara tercepat untuk mendapatkan kebahagiaan atau ketenangan sementara. Sering dikaitkan dengan menjaga kesehatan dan energi positif.

Karena itu tidur sejenak atau “power nap” memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran, terutama bila dilakukan dengan durasi yang tepat.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan