KESOMBONGAN INTELEKTUAL MENGHAMBAT PERTUMBUHAN

Terbaru5 Dilihat

Ketika seseorang memiliki sikap sadar akan kelebihan dan kekurangan diri tanpa kesombongan ia dikatakan rendah hati. Sebaliknya jika punya perasaan tidak percaya diri atau merasa tidak berharga itu rendah diri.

Orang rendah hati percaya diri namun menghargai orang lain, sedangkan orang rendah diri cenderung pesimis dan menarik diri. Menarik jika mencermati kutipan: “Who knows all the answers has not been asked all the questions”— yang berarti “Seseorang yang merasa mengetahui semua jawaban, kemungkinan besar belum ditanya dengan semua pertanyaan.” Ini suatu pesan tentang kerendahan hati intelektual dan keterbatasan manusia dalam memahami realitas.

Ilmu itu luas, manusia terbatas.
Tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui segala hal. Ketika seseorang merasa sudah tahu semuanya, itu sering kali bukan karena ia maha tahu. Bisa berbeda hasilnya jika ia diuji dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam dan lebih kritis.

Kualitas seseorang sering kali terlihat dari kualitas pertanyaan yang ia ajukan. Ini sejalan dengan semangat yang pernah ditegaskan oleh Socrates bahwa kebijaksanaan dimulai dari kesadaran bahwa kita tidak tahu. Karena itu pertanyaan lebih penting daripada jawaban.

Kesombongan intelektual itu menghambat pertumbuhan.
Orang yang merasa sudah tahu semua jawaban cenderung berhenti belajar atau tidak “teachable” kata orang Inggris. Padahal, hidup selalu menghadirkan hal bernuansa baru, perspektif baru, dan tantangan baru yang memerlukan pemikiran ulang.

Setiap jawaban yang kita temukan sering melahirkan pertanyaan baru. Di sinilah dinamika pertumbuhan intelektual dan kedewasaan berpikir muncul karena proses belajar adalah perjalanan tanpa titik akhir.

Kerendahan hati intelektual dan keterbatasan manusia dalam memahami realitas. mengajarkan bahwa kedewasaan bukan tentang banyaknya jawaban yang kita miliki, melainkan tentang keterbukaan kita terhadap pertanyaan yang belum kita pahami. Karena sesungguhnya, orang yang terus bertanya adalah orang yang terus bertumbuh.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan