Cacing di sini bukan singkatan jalan tol yang menuju daerah Cakung dan Cilincing. Cacing itu mahluk kecil yang meski pun ada yang memiliki manfaat, tetapi umumnya tidak disenangi karena lebih banyak yang merugikan.
Karena itu jika ada seseorang yang disebut cacing, orang itu sudah tentu tak disenangi. Itu satu penghinaan.Orang itu dipandang rendah bahkan tidak dikehendaki keberadaannya.
Cacing kepanasan peribahasa untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang merasa resah, gelisah, atau tidak nyaman.
Di zaman now istilah populer yang menggambarkan generasi yang hidup di era digital dan terbiasa dengan teknologi canggih, FOMO. Ini terkait dengan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di era kekinian.
FOMO, itu singkatan dari “Fear of Missing Out“. Suatu perasaan cemas atau takut akan kehilangan pengalaman, informasi, atau kejadian menarik yang sedang terjadi di sekitar, terutama yang terlihat di media sosial.
Apa yang terlihat pada seseorang yang mengalami Fomo? Ia bagai cacing kepanasan. Gelisah melihat orang lain yang sedang bersenang-senang, mendapatkan pengalaman baru atau mengikuti tren, sementara dia sendiri tidak ikut serta. Takut tidak termasuk dalam lingkaran sosial atau merasa tidak mengikuti hal-hal yang sedang populer.
Dampak Fomo dapat memicu kecemasan berlebihan dan stres karena terus-menerus khawatir akan ketinggalan sesuatu yang penting. Susah tidur, merasa iri terhadap pencapaian orang lain dan tidak puas dengan hidupnya yang dijalani.
Bahkan pada kasus dengan tingkat lebih parah muncul depresi. Apa sebab? Itu karena perasaan tidak pernah merasa cukup dan puas atau tidak bahagia dengan hidupnya sendiri.
Diakui teknologi memainkan peran sentral dalam hampir semua aspek kehidupan. Merubah, cara bekerja, belajar, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Gaya hidup dan perilaku masyarakat pun sangat terpengaruh.
Terpaan media sosial yang terus-menerus bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi menampilkan hal terbaik dari kehidupan seseorang. Namun di disi lain dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mental dan produktivitas.
Meski tidak mudah, Kahf Everyday menyarankan merubah Fomo menjadi Jomo ” Joy of Missing Out” yaitu belajar untuk menikmati saat-saat ketika tidak sedang melakukan sesuatu yang sedang ‘booming” alias ngetren yang diikuti orang lain. Konon ini bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi rasa takut ketinggalan dan meningkatkan kebahagiaan.
Kata bijak mengatakan “Jalan hidupmu adalah cerita unikmu, jangan biarkan standar orang lain menentukan nilaimu.” Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, fokus pada kelebihanmu dan kembangkan potensimu.”
Karena itu bersyukurlah atas apa yang kita miliki, karena rasa bahagia itu dimulai dari rasa syukur atas anugerah Illahi” (Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)



