Ada rasa yang mengebu di dada Rasa yang membuat sebak di dada Rasa yang menumpuk dan memberatkan dada Aku dan Rindu Netraku mencari dimana dirinya berada Netraku Selengkapnya
celoteh Nyakbaye
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Hujan”
Langit tiba – tiba gelap, rintik hujan turun Aku mencari hangat dalam turunnya hujan Tak ada panas hanya rasa dingin yang menekan Aku dan hujan Langit memuntahkan air ke Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Lelah Menjadi Lillah”
Aku bukan Ibu yang melahirkanmu Aku bukan guru pertama dalam hidupmu Aku bukan sosok yang mungkin akan selalu kau kenang Aku bukan seperti apa yang kau harapkan Engkau bukan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Senja”
Orenmu berubah menjadi warna lain malampun tiba Menatap langit menanti teriknya matahari memudar Melemaskan otot yang kusut di siang hari Melenturkan semua ketegangan menanti senja Panasnya terik matahari Terhilangkan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Untung tidak Copot Jantungku
Akhirnya setelah pekan lalu simulasi KSN – P dilaksanakan. Hari ini, senin/22 Agustus 2022 peserta KSN – P dari sekolah kami unjuk gigi untuk bidang Astronomi, siap bertanding dengan semua Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Merah Putih”
Merah semerah darahku Mengelora memekikkan merdeka Memperjuangkan kemerdekaan Menumpahkan darah merah Aku berjuang mempertahankannya Berkibarmu di atas sana Putih seputih jiwaku memperjuangkan kemerdekaan Putih tulangku menyongsong hari yang cerah Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerita Dalam Gambar
Merdeka, sautan suara gema merdeka tentu saja beberapa hari ini sering terdengar. Apalagi di dunia pendidikan yang lagi semarak dengan pendidikan karakter pancasilaisnya. Berbagai acara diagendakan untuk merayakannya, termasuk sekolah Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Merdeka Ala Mereka”
Lambaian tangan menggemgam bendara Sorak sorai mengema pekik merdeka Ada nuansa berbeda dengan zaman dulu kala Mati taruhan dalam pekik merdeka Ada tawa dalam menyambutnya Banyak permainan memperingatinya Tak Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Kenangan Biar Bersamaku”
Langkahku terus ke depan, menapak asa menuju ke tempat tujuan Sesekali aku memandang ke belakang Senyumku terukir jika mengenang segala kemesraan yang ada Sesekali aku meneteskan air mata ketika mengenang Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Sang Waktu”
Detik terus berlalu Datangnya menit tak menunggu waktu Bergantinya hari menuju minggu Tak terasa bulanpun berlalu Aku masih termangu Waktu terbawa angin Banyak waktuku yang berlalu Aku tertinggal oleh Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- …
- 26
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.















