Daging yang terluka tapi tidak menampakkan darah yang mengalir itu hati, hati yang sangat peka walaupun sudah dilukai berulang kali masih bisa memaafkan jika sudah tertanam cinta di dalamnya. Daging Selengkapnya
celoteh Nyakbaye
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (4)”
Tanganku mengusap muka, setelah berdoa dipusara Bang Faisal sudah sepekan kepergian Bang Faisal tapi aku masih merasa kehadirannya. Tidak sedikitpun aku merasa dirinya telah meninggalkanku, seakan dirinya selalu menemaniku. Pusara Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (3)”
“Tidak ada yang tidak mungkin Bang, berhusnudzon kepada Allah Bang.” Ucapku bukan hanya menenangkan dirinya saja tapi juga menenangkan diriku juga. *** Waktu berlalu, sudah tinggal dua hari lagi Idul Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (2)”
“Emak bukan pesta meriah yang mensahkan kami menikah tapi ijab qabulnya.” Menetes air bening di pipi Emak yang keriput mendengar ucapan Bang Faisal saat itu. *** Sejak subuh sampaikan ke Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (1)”
“Sebut Asma – Nya Bang.” Ku tuntun dirinya yang selama ini menuntutku dalam kebaikan. Sekali hentakan napas keluar dari hidungnya, menetes air bening dari netraku yang sudah bengkak. Sepekan ini Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Mengurai Cinta (End)”
Kami menepati kamar yang aku sewa, saling berpandang, tak lama mengalir cerita dari mulut gadis belia itu. “Mia selama ini menumpang di rumah Makciknya, sejak ditinggal orang tua, Makcik yang Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye. Cerpen “Mengurai Cinta (3)”
Membulak balikkan badan, tergiang pengajian tapi sore yang aku ikuti, apakah aku salah? Terus pertanyaan itu menghantuiku. Jika rasa cintaku kepada Bang Farah diragukan aku tidak terima, tapi apakah aku Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Mengurai Cinta (2)”
Sudah sebulan aku menumpang di rumah mertua, sebulan pula suamiku berusaha merubah pendirianku untuk mau berbagi dirinya dengan perempuan lain. “Bang, Syah lelah. Syah tidak akan pernah merubah keputusan Syah.” Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Mengurai Cinta (1)”
Derap langkah tak pasti, setelah ini aku tidak yakin untuk mencintai. Tak ada air mata yang tersisa, hanya luka mengangga mengoyak raga tak meninggalkan bekas tapi bertahan dalam subari rasanya. Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Jika Saja (Tamat)”
Hari ini sudah cukup, semuanya harus berakhir, jika saja aku bisa memilih maka aku memilih untuk tetap sendiri tanpa menerima kehadirnya sebagai lelaki yang seharusnya membawa bahagia bukan menebar duka Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- …
- 26
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














