Setengah tahun setelah itu aku hamil lagi, tapi lagi – lagi aku tidak bisa mempertahankan kehamilanku ketika aku menjadi prioritas kedua buat dirinya. Usia kehamilanku menginjak usia enam bulan, libur Selengkapnya
celoteh Nyakbaye
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Jika Saja (1)”
Akhirnya hari ini datang juga, remasan dijantungku sudah tidak terasa sakit lagi. Tidak mudah, tapi aku berusaha untuk menjalaninya. Sudah berlalu lama, tapi kehadiranku sama sekali tidak pernah ada, setetes Selengkapnya
Merekam Hari (End)
Tepukkan di bahu, membangunkanku. Rasa sakit yang menyerang kepala akibat menangis sampai tertidur tidak dapat terelakkan lagi. Aku mengumpulkan nyawaku, memandang Bang Putra yang berdiri tegak dihadapanku. Tatapan yang baru Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Merekam Hari (4)”
Menatap lemah pintu rumah, dengan berat hati aku menekan handel pintu. Mengambil napas sebanyak – banyaknya, sambil mengucap salam kebiasan yang sudah ditanamkan dari aku kecil. Netraku langsung bertabrakan dengan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen ” Merekam Hari (3)
Untung saja, dalam saku gamisku ada handphone dan dompet, karena aku tadi baru pulang dari warung di depan rumah untuk membeli minyak goreng yang habis, untuk membuat sarapan Bang Putra. Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Merekam Hari (2)”
Putra Maulana, baguskan namanya berbanding terbalik dengan namaku Delima. Aku sempat protes, karena berpikir namaku seperti nama buah – buahan. Tapi apa mau dikata, nama pemberian orangtuaku tidak mungkin aku Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpern “Merekam Hari (1)
“Bang, jangan lupa makan di Sekolah.” Teriakan suaraku mengema di dalam rumah. Rutinitas yang hampir setengah tahun ini aku lakukan, zaman boleh modern tapi yang namanya perjodohan masih berjalan. Asal Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Senyum Itu (2)”
Senyum selalu mengiringi pertemuan kami, seperti hari ini dirinya tersenyum melihat aku sudah duduk manis walaupun aku merasa ada duri di atas kursi yang aku sedang duduki. “Rindu, bukankan kita Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Senyum Itu (1)”
Senyum terindah yang selalu mengisi hariku hari ini bagaikan pisau ketika keindahan senyum miliknya mengoyak kesetiannya. Tak seperti biasanya, aku selalu menikmati senyum yang tersunging di bibir sexynya, hari ini Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye,Cerpen “Sang Waktu (End)
Akhirnya aku sampai di rumah maduku, mobil senjaga aku parkir lebih jauh dari rumah kedua suamiku. aku ingin menenangkan hati sebelum memberitahukan maksud kedatangan kerumah ke dua suamiku belum pernah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- …
- 26
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














