Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

 Ucapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Keluarga Besar Thamrin Dahlan Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Taqabbalallahu minna wa minkum
Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan saudara-saudara semua.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin


Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya 10 Dzulhijjah dengan penuh suka cita. Tanggal ini merupakan salah satu hari paling mulia dalam kalender Hijriah karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Pada hari yang agung ini, umat Islam mengenang ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS bersama putranya Nabi Ismail AS, sebagai simbol ketulusan iman dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)

Ayat tersebut menggambarkan betapa tingginya nilai keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS memberikan teladan abadi tentang pengorbanan demi menjalankan perintah Allah.

10 Dzulhijjah bukan sekadar hari raya biasa, melainkan puncak dari rangkaian ibadah bulan Dzulhijjah, seperti puasa sunnah, takbir, ibadah haji, dan penyembelihan hewan kurban. Di Tanah Suci, para jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah penting, termasuk melontar jumrah dan menyembelih hewan kurban. Momentum ini mengajarkan umat Islam tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh padanya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
(HR. Bukhari)

Karena itu, 10 Dzulhijjah menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak zikir, doa, sedekah, dan berbagai amal kebajikan.

Allah SWT juga berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini menegaskan bahwa hakikat kurban bukanlah kemewahan atau banyaknya hewan yang disembelih, melainkan ketulusan hati dan ketakwaan kepada Allah SWT.

  • Pergi ke masjid memakai peci
    Takbir bergema menyentuh hati
    Idul Adha mengajarkan diri
    Ikhlas berkurban demi Ilahi

Dalam sejarah Islam, gema takbir Idul Adha selalu menghadirkan suasana haru dan persaudaraan. Dari desa hingga kota, umat Islam berkumpul menunaikan salat Id, bersilaturahmi dengan keluarga, dan berbagi daging kurban kepada sesama. Semua itu mencerminkan nilai kebersamaan, kasih sayang, dan persatuan umat.

Tradisi indah seusai salat Idul Adha juga menjadi perekat hubungan sosial antarwarga. Dengan penuh kehangatan, masyarakat saling berkunjung dari rumah ke rumah, berjabat tangan, bermaafan, menikmati hidangan sederhana, dan berbagi cerita penuh kekeluargaan.

  • Burung merpati terbang melayang
    Hinggap sebentar di pohon randu
    Mari bersama berbagi kasih sayang
    Agar hidup dan kehidupan penuh restu

Silaturahmi ini menghadirkan suasana damai dan memperkuat rasa persaudaraan, sehingga Idul Adha tidak hanya bermakna ibadah, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi kehidupan bermasyarakat.

  • Jalan pagi menuju surau
    Singgah sebentar membeli kurma
    Silaturahmi tetap terjaga selalu
    Damai bahagia sepanjang usia

Memahami makna 10 Dzulhijjah bukan hanya mengenang sebuah hari raya, tetapi juga menghayati pesan spiritual tentang keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Jakarta, 27 Mei 2026

Thamrin Dahlan

 

 

Tinggalkan Balasan