
Peribahasa Melayu
Diam-Diam Ubi Berisi
Makna
Peribahasa “Diam-Diam Ubi Berisi” menggambarkan seseorang yang memiliki ilmu, kemampuan, atau prestasi, tetapi tetap rendah hati dan tidak gemar memamerkan dirinya.
Seperti ubi yang tumbuh di dalam tanah, isinya penuh manfaat meskipun tidak tampak di permukaan.
Peribahasa ini mengajarkan bahwa kualitas seseorang tidak diukur dari banyaknya ucapan atau penampilan, melainkan dari karya, akhlak, dan manfaat yang diberikannya kepada orang lain. Orang bijaksana lebih memilih bekerja daripada mencari pujian.
Contoh dalam Kehidupan Bermasyarakat
1. Di Dunia Pendidikan
Seorang pelajar tekun belajar tanpa banyak berbicara. Ketika hasil ujian diumumkan, ia meraih prestasi terbaik. Keberhasilannya lahir dari ketekunan, bukan dari kesombongan.
2. Di Lingkungan Kerja
Seorang pegawai bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Ia tidak pernah menonjolkan diri, tetapi justru menjadi orang yang paling dipercaya untuk mengemban amanah.
3. Di Tengah Masyarakat
Banyak tokoh masyarakat yang diam-diam membantu warga yang membutuhkan. Mereka tidak mencari sorotan, namun kehadirannya selalu membawa manfaat bagi sesama.
4. Di Era Digital
Tidak semua kebaikan perlu dipublikasikan di media sosial. Membantu orang lain dengan ikhlas tanpa mengharapkan pujian adalah cerminan makna “Diam-Diam Ubi Berisi.”
Refleksi
Kehebatan sejati tidak selaluPeribahasa Melayu
Diam-Diam Ubi Berisi
Makna
Peribahasa “Diam-Diam Ubi Berisi” menggambarkan seseorang yang memiliki ilmu, kemampuan, atau prestasi, tetapi tetap rendah hati dan tidak gemar memamerkan dirinya. Seperti ubi yang tumbuh di dalam tanah, isinya penuh manfaat meskipun tidak tampak di permukaan.
Peribahasa ini mengajarkan bahwa kualitas seseorang tidak diukur dari banyaknya ucapan atau penampilan, melainkan dari karya, akhlak, dan manfaat yang diberikannya kepada orang lain. Orang bijaksana lebih memilih bekerja daripada mencari pujian.
Contoh dalam Kehidupan Bermasyarakat
1. Di Dunia Pendidikan
Seorang pelajar tekun belajar tanpa banyak berbicara. Ketika hasil ujian diumumkan, ia meraih prestasi terbaik. Keberhasilannya lahir dari ketekunan, bukan dari kesombongan.
2. Di Lingkungan Kerja
Seorang pegawai bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Ia tidak pernah menonjolkan diri, tetapi justru menjadi orang yang paling dipercaya untuk mengemban amanah.
3. Di Tengah Masyarakat
Banyak tokoh masyarakat yang diam-diam membantu warga yang membutuhkan. Mereka tidak mencari sorotan, namun kehadirannya selalu membawa manfaat bagi sesama.
4. Di Era Digital
Tidak semua kebaikan perlu dipublikasikan di media sosial. Membantu orang lain dengan ikhlas tanpa mengharapkan pujian adalah cerminan makna “Diam-Diam Ubi Berisi.”
Refleksi
Kehebatan sejati tidak selalu terdengar nyaring. Pohon yang berbuah lebat justru merunduk, sedangkan orang yang berilmu akan semakin rendah hati. Jadikan karya sebagai bukti, bukan kata-kata sebagai kebanggaan.
“Orang besar tidak sibuk membesarkan dirinya, tetapi sibuk membesarkan manfaat bagi sesamanya.”
Pantun Melayu
Pohon kelapa di tepi kali,
Daunnya melambai ditiup bayu.
Tak perlu megah memuji diri,
Biarlah karya yang selalu dirindu.
Pesan Moral
Rendah hati adalah perhiasan orang berilmu. Teruslah belajar, berkarya, dan berbuat baik. Biarkan hasil yang berbicara, sementara kita tetap menjaga keikhlasan dalam setiap langkah kehidupan. terdengar nyaring. Pohon yang berbuah lebat justru merunduk, sedangkan orang yang berilmu akan semakin rendah hati. Jadikan karya sebagai bukti, bukan kata-kata sebagai kebanggaan.
“Orang besar tidak sibuk membesarkan dirinya, tetapi sibuk membesarkan manfaat bagi sesamanya.”
Pantun Melayu
Pohon kelapa di tepi kali,
Daunnya melambai ditiup bayu.
Tak perlu megah memuji diri,
Biarlah karya yang selalu dirindu.
Pesan Moral
Rendah hati adalah perhiasan orang berilmu. Teruslah belajar, berkarya, dan berbuat baik. Biarkan hasil yang berbicara, sementara kita tetap menjaga keikhlasan dalam setiap langkah kehidupan.
- Salaman Salamun
Bhp 4 Juli 2926
Thamrin Dahlan & ChatGpt





