Corona Menyapa

CORONA MENYAPA Hai Corona! (A1) Namamu cantik seperti bentukmu yang unik (b) Andai engkau datang tanpa bahaya (A2)   Tentu hidupku tak merana (a) Lihatlah apa yang telah kau perbuat

Potret diri

POTRET DIRI Potret diri Cerminan kehidupan manusia Lahir, tumbuh, remaja, dewasa, menua Merangkak, berdiri, bermain, berkarya berguna bagi bangsa Seringlah berkaca Tuk mengetahui keberadaanmu Tuk mengevaluasi perbuatan baik burukmu Agar

Selamat tinggal penderitaan

SELAMAT TINGGAL PENDERITAAN Selamat tinggal penderitaan Selamat tinggal kisah sedih Aku tak ingin kembali kepadamu Masa lalu yang kelabu   Berentetan peristiwa Menguras jiwa raga Air mataku mulai mengering Terbawa

Reuni (part 1).

Usiaku tidak muda lagi, sudah kepala tiga tapi setia dengan kejomlowatianku. Haha kata setia sepertinya tidak cocok lebih tepatnya aku tidak ada peminatnya. Waktu berjalan aku selalu berkata dalam hati,

Lamunanku (End)

Untung sabut timbul untung batu tenggelam, aku menghebuskan napas kasar, termenung di tepi ranjang mengingat apa yang baru saja terjadi di ruang tengah. Raut wajah Pak Cik sungguh membuat hatiku

KEGELISAHAN

KEGELISAHAN (Puisi Haibun) Ponsel berbalut mika berwarna emas selalu dalam genggamanku. Suara tanda pesan whatsApp berbunyi tanpa henti mengganggu ketenanganku. Ingin rasanya aku tak menengoknya, namun ku tak kuasa. Pikiranku

Lamunanku (3)

Alhamdulillah, akhirnya malam ini aku bisa tidur nyenyak, tapi entah besok dan besoknya lagi. aku menarik selimut untuk mengusir rasa dingin yang mulai merambat dengan semakin malam. Jam dinding menujukkan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.