Piala Dunia 2026 akhirnya memasuki babak final dengan mempertemukan Spanyol menghadapi juara bertahan Argentina. Laga puncak memperebutkan gelar bergengsi ini berlangsung di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/26) pukul 02.00 WIB dini hari.
Mereka memang pantas bisa masuk partai akhir di ajang sepak bola tertinggi dunia ini karena memiliki kualitas individu pemain yang unggul, pelatih yang memiliki strategi cerdas serta mentalitas tim dalam kerja sama yang solid.
Dua tim ini adalah pemegang juara Piala Dunia dimana Spanyol meraih satu gelar juara pada tahun 2010 dan Argentina dengan 3 gelar juara yaitu tahun 1978, 1986 dan 2022.
Momen final ini menjadi peluang bagi La Furia Roja Spanyol menambah gelar untuk kedua kalinya dan bagi Albiceleste Argentina menambah gelarnya menjadi 4 gelar.
Mari kita mengulik bagaimana kinerja kedua tim sebagai finalis Piala Dunia 2026 yaitu Spanyol dan Argentina. Dalam menyajikan bahasan ini kita juga menggunakan data sebagai acuan untuk membandingkan kekuatan kedua tim finalis ini.
Kinerja Spanyol
Mari kita awali dengan membahas skuad La Furia Roja Spanyol sebagai penantang juara bertahan Argentina dalam final Piala Dunia 2026 ini.
Selama babak penyisihan di fase grup, Spanyol tidak terkalahkan dengan meraih 7 poin dari dua kemenangan masing-masing atas Uruguay dan Arab Saudi serta ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde. Total 5 gol dicetak tanpa kebobolan.
Pada fase knock out yaitu fase 32 besar Spanyol menang 3-0 atas Austria. Lalu menang 1-0 atas Portugal di fase 16 besar. Menang 2-1 atas Belgia di fase 8 besar dan 2-0 atas Prancis di semifinal. Total 8 gol dicetak dan hanya 1 gol kebobolan.
Kinerja Spanyol tidak terkalahkan dari fase grup sampai dengan semifinal sudah mencetak 13 gol dengan kebobolan gawang mereka hanya 1 gol. Satu-satunya tim yang mampu menahan imbang Spanyol tanpa gol adalah Tanjung Verde.
Melihat data ini kita bisa memberikan sebuah gambaran bahwa barisan penyerang Spanyol sangat produktif dengan 13 gol mereka dan barisan pertahanannya sangat solid yang hanya kebobolan satu gol.
Dengan total mencetak 13 gol dan hanya kebobolan satu gol, Spanyol memiliki produktivitas sebanyak 12 gol. Sebuah pencapaian ketjaman dari para penyerang mereka.
Gawang Spanyol memiliki 6 kali clean sheet (Tidak kebobolan) dari 7 laga yang sudah mereka jalani selama Piala Dunia 2026. Satu-satunya gol yang berhasil bersarang ke gawang Spanyol adalah ketika mereka berhadapan lawan Belgia.
Angka clean sheet tersebut juga menunjukkan bagaimana pertahanan Spanyol sangat solid dengan lini belakangnya dan juga tangguhnya sosok penjaga gawang Unai Simon yang sering kali menunjukkan kinerja luar biasa.
Kinerja Argentina
Bagaimana dengan kinerja Sang Juara Bertahan? Argentina juga tidak terkalahkan dalam 7 laga yang sudah mereka jalani dari fase grup sampai dengan semifinal.
Argentina berada satu grup dengan Austria, Aljajair dan Jordania. Mereka menang 3-0 atas Aljajair, menang 2-0 atas Austria dan menang 3-1 atas Jordania. Total mencetak 8 gol dan kebobolan satu gol.
Pada fase 32 besar Argentina menang 3-2 atas Tanjung Verde, lalu menang 3-2 atas Mesir di 16 besar dan menang 3-1 atas Swiss di perempat final. Pada semifinal Argentina berhasil menang 2-1 atas Inggris. Total mencetak 11 gol dan kebobolan 6 gol.
Melihat kinerja para penyerang Argentina sejauh ini berhasil mencetak total 19 gol selama ajang ini menunjukkan kinerja luar biasa mengalahkan jumlah gol yang dicetak Spanyol yaitu 13 gol.
Gambaran nyata bahwa merekassangat tajam dalam mencetak gol, terutama dari sosok Lionel Messi yang sejauh ini sudah mencetak 8 gol sekaligus sebagai top skor sementara.
Namun barisan pertahanan Argentina terlihat keropos karena mereka sudah kebobolan sebanyak 7 gol. Argentina hanya memiliki 2 laga yang gawangnya Clean Sheet yaitu saat menghadapi Austria dan Aljajair di fase grup.
Penyerang Tajam Vs Pertahanan Solid
Dari data tersebut bisa dilihat bagaimana tajamnya para penyerang skuad La Albiceleste dengan dimotori oleh Lionel Messi yang grafik performanya semakin naik dan banyak para pengamat memprediksi di final performa Messi mencapai puncaknya.
Lalu dari data tersebut bagaimana performa pertahanan Spanyol sangat solid. Kuartet pemain belakang mereka yang terdiri dari duet full back yang agresif yaitu Pedro Porro dan Marc Cucurella serta duet bek tengah yaitu Pau Cubarsi dan Laporta.
Mereka kokoh menjadi benteng terakhir yang melapisi penjaga gawang tangguh dari sosok Unai Simon yang sudah berkali-kali melakukan penyelamatan penting sehingga gawangnya memiliki 6 kali clean sheet dari 7 laga di Piala Dunia 2026.
Melihat dua fakta tersebut sungguh sangat menarik ditunggu bagaimana para penyerang Argentina yang tajam dengan sosok Lionel Messi nya menghadapi pertahanan Spanyol yang kokoh ketika mereka saling berhadapan di final Piala Dunia 2026.
Adu Strategi Luis de La Fuante Vs Lionel Scaloni
Juga kita menunggu taktik cerdas dari kedua pelatih mereka yaitu Luis de La Fuante (Spanyol) dan Lionel Scaloni (Argentina). Dua sosok ini memiliki strategi yang cerdas dalam meramu skuad mereka.
Sangat berkesan bagaimana kedua pelatih ini sangat cerdas dalam menerapkan pergantian pemain di babak kedua ketika tim asuhan mereka terdesak atau buntu mencetak gol atau bahakan saat tertinggal gol dari lawan.
Fuante selalu membuat kejutan dengan menurnkan sosok Mikel Merino sebagai pemain Supersub di babak kedua. Dan ini sudah terbukti ketika Spanyol menang atas Postugal dan Belgia. Merino menjadi penentu kemenangan dalam dua laga tersebut.
Ketika lawan Portugal, Merino mencetak gol pada menit ke 90+1 untuk kemenangan Spanyol 1-0 atas Portugal. Sedangkan ketika menghadapi Belgia, Merino mencetak gol pada menit ke-88 untuk kemenangan 2-1 atas Belgia.
Begitu juga dengan Scaloni selalu berhasil melakukan pergantian pemain yang tepat ketika Argentina tertinggal dari Mesir dan Swiss yang akhirnya berhasil memenangkan laga.
Sama seperti Spanyol yang memiliki supersub dari sosok Mikel Merino, ternyata Argentina juga memiliki sosok Lautaro Martinez sebagai sosok supersub.
Aksinya sangat gemilang saat berhasil menjadi pencetak gol penentu kemenangan saat menundukkan Inggris dengan skor 2-1. Martinez mencetak gol kemenangan 2-1 pada menit ke-90+2.
Begitu juga saat menghadapi Swiss yang harus membutuhkan perpanjangan waktu 2×15 menit, Martinez sebagai supersub berhasil mencetak gol pada menit ke-120+1 di ujung akhir laga untuk menutup kemenangan Argentina 3-1 atas Swiss.
Para penggemar bola sejagad kali ini kita pasti mendapat suguhan laga sepak bola yang sangat atraktif dari dua tim yang gemar menerapkan sepak bola menyerang yaitu Spanyol dan Argentina.
Menurut Anda, apakah Spanyol berhasil meraih gelar dan menumbangkan juara bertahan Argentina? Atau La Abiceleste berhasil mempertahankan gelarnya dan menambah koleksi jura mereka menjadi 4 kali. Silakan tulis di kolom komentar.
Salam sepak bola @hensa17.








