WhatsAap Grup Kelas Hadir Kembali

Terbaru590 Dilihat

Oleh Nuraini Ahwan

Hampir dua minggu tidak rutin menengok whatsAap grup kelas sejak libur puasa dan hari raya Idul Fitri 1441 H. Hanya sesekali membaca chat masuk tanpa memberikan respon berupa komentar balik. Kalau pun memberikan respon paling sebatas emotion saja.

Libur puasa di tempat kami, mulai tanggal 18 Mei sampai 30 Mei 2020. Jadi rentang waktu itu kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) tidak diisi dengan pembelajaran dari guru dalam bentuk tugas dan lainnya. Peserta didik diminta untuk belajar sendiri di rumah dengan memperbanyak melaksankan praktek baik di rumah. Praktek baik dari lima nilai karakter utama yag selama ini mereka laksanakan di sekolah.

Kurun waktu itu, terlepas dari rutinitas membuka whatsAap grup kelas setiap hari, setiap saat bahkan sepanjang hari.. Bapaknya anak- anak bilang di rumah sempat protes dengan mengatakan, “Dari terbit matahari sampai mau tidur, handphone saja yang diperhatikan.” Entah ini bahasa guyon atau bahasa sindiran dari efek bekerja dari rumah. Sindiran itu membuat saya mengistirahatkan jemari tangan dari aktivitas tekan-tekan huruf di handphone atau lattop, kecuali kejar setoran tulisan di grup rumah virus literasi dan beberapa grup literasi lainnya. Rumah virus literasi membuat jadwal anggota setor tulisan. Akan tetapi karena saya ingin konsisten menulis setiap hari maka saya berusaha untuk menyetor tulisan setiap hari.

Libur membuat sedikit terlepas dari kungkungan handpone di whatsaap grup kelas sementara, meskipun begitu, terlepas penuh juga tidak bisa karena kewajiban, tangggung jawab untuk memantau kegiatan anak anak di rumah setiap hari. Jadi meskipun libur, sesekali waktu saya chat anak-anak sekedar dengan pesan moral, “Tolong, ya nak, kirim video kegiatan anak-anak di rumah, ibu kangen, ibu ingin melihat wajah kalian!”
Mereka pun mengirim video kegiatan yang dilakukan di rumah atau sekedar say hello lewat pesan suara.

H-1 lebaran, kembali saya membuka whatsAap grup kelas, mengawali dengan ucapan selamat hari raya Idul Fitri kepada wali murid dan anak-anak diiringi permohonan maaf lahir dan batin kepada wali murid dan anak-anak atas segala salah dan khilaf selama melaksanankan tugas pembelajaran. Permohonan maaf atas nama pribadi dan atas nama semua bapak dan ibu guru di sekolah.

Saya menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid karena yang menjadi anggota watshAap grup kelas adalah wali murid. Mengajar di sekolah dasar, secara umur apalagi kelas awal yakni kelas.1, 2 dan 3 secara hitungan umur masih berusia kurang lebih 10 tahun. Belum diperbolehkan memiliki handphone sendiri. Di samping itu, memiliki handphone android juga sesuatu yang wah, dengan masyarakat secara ekonomi kebanyakan golongan ekonomi menengah ke bawah. Kalaupun ada peserta didik yang memiliki secara pribadi, jumlahnya hanya satu dua dan di kelas 5 ,6. Keadaan ini menyebabkan keanggotaan grup wa terdiri dari orang tua wali murid.

Sehari sebelum lebaran dan pasca lebaran, kembali whatsApp grup kelas banjir dengan ucapan selamat hari raya dan saling memaafkan. Baik untuk diri orang tua sendiri maupun atas nama anak – anak mereka. Demikian juga guru mohon maaf atas nama pribadi, keluarga dan sekolah. Saling memaafkan. Ucapan selamat tidak hanya datang dari sesama muslim tetapi orang tua yang non muslim maupun anak-anak juga turut menyampaikan ucapan selamat hari raya dan permohonan maaf. Ini mnunjukkan bahwa adanya toleransi antar umat beragama dalam keseharian warga sekolah.

Kembali jalinan silaturrahmi secara intens dengan orang tua, peserta didik dan guru setelah rehat sejenak. Belum sampai ke tanggal 30 Mei 2020, tanggal berakhirnya libur puasa dan Idul Fitri, aktivitas sapa menyapa sudah mulai lagi. Bahkan ada di antara anggota grup menanyakan ada tugas atau tidak untuk putra putri mereka di hari ke- 2 pasca lebaran Idul Fitri.
Pembelajaran belum dimulai, masih istirahat dulu dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat, tetap menjaga kesehatan, dan tidak keluar rumah kalau tidak untuk keperluan yang sangat penting seperti belanja kebutuhan makan, minum dan berobat Menanti saatnya Belajar Dari Rumah dan Mengajar Dari Rumah di mulai dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk belajar dengan semangat yang baru. Semangat yang tinggi untuk mendampingi putra-putri belajar di rumah

Lombok,.26 Mei 2020
Blog https://nurainiahwan@gmail.com

Tinggalkan Balasan