RENDAH HATI
Rendah Hati adalah sikap mulia yang membuat seseorang tetap merasa cukup meskipun memiliki banyak kelebihan. Orang yang rendah hati tidak merasa lebih tinggi karena ilmu, jabatan, kekayaan, usia, ataupun pengalaman. Ia menyadari bahwa semua yang dimiliki pada hakikatnya adalah amanah dari Allah SWT.
Rendah hati bukan berarti merendahkan diri. Justru orang yang rendah hati mampu menghargai dirinya sekaligus menghormati orang lain. Ia tidak sibuk mencari pujian dan tidak merasa perlu menunjukkan kehebatannya kepada setiap orang.
Allah SWT berfirman:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati…”
(QS. Al-Furqan: 63)
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa kesombongan bukanlah jalan keselamatan. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat zarrah.”
Rendah hati terlihat dari hal-hal sederhana: mau mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, tidak malu meminta maaf, bersedia belajar kepada siapa saja, serta tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan kedudukan.

Semakin tinggi ilmu seseorang, semestinya semakin santun pula tutur katanya.
Ada peribahasa Melayu yang indah:
“Bagai padi, semakin berisi semakin merunduk.”
Demikianlah manusia yang memiliki ilmu dan pengalaman. Ia tidak perlu meninggikan suara untuk menunjukkan bahwa dirinya hebat.
Keteladanan justru berbicara lebih keras daripada kesombongan.
Pada akhirnya, rendah hati adalah tanda kedewasaan jiwa. Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa dan kelak meninggalkannya juga tanpa membawa jabatan maupun harta.
Maka selama masih diberi kesempatan hidup, mari memilih menjadi manusia yang bermanfaat, santun dalam pergaulan, dan rendah hati di hadapan sesama serta tunduk kepada Allah SWT.
Kerendahan Hati Presiden RI ke – 3 Prof. Dr. B.J. Habibie
- Memperlakukan Semua Orang dengan Setara: Para ajudan dan rekan kerja sering mengenang bahwa Habibie tidak pernah memandang rendah orang lain, meskipun ia berada di posisi puncak sebagai kepala negara. [1]
- Terbuka Berdiskusi: Ia dikenal ramah, gemar berdiskusi secara pribadi, dan mau mendengarkan pandangan dari berbagai kalangan tanpa sikap arogan (ditegaskan dalam catatan Antara News). [1]
- Tidak Sombong atas Prestasi: Sebagai ilmuwan dirgantara berkelas dunia, Habibie tetap bersikap moderat, santun, dan membumi dalam kehidupan sehari-hari. [1]
Semoga kita bisa mengamalkan perilaku dan sikap rendah hati ditengah pergaulan sehari hari di masyarakat.
Aamiin Ya Rabbal Alamin
- Salam Jumat Berkah
- BHP, 14 Agustus 2026
- Thamrin Dahlan







