MISO MAKANAN JEPANG HASIL FERMENTASI

Terbaru245 Dilihat

Miso yang berbentuk pasta kental dikenal sebagai bumbu dapur tradisional Jepang hasil fermentasi. Bahan dasarnya kedelai yang diberi garam dan ditaburi koji.Koji ini jamur “Aspergillus oryzae” yang banyak digunakan sebagai bahan utama dalam berbagai produk fermentasi Jepang, seperti sake, kecap dan sebagainya. Kerap digunakan juga of sebagai bahan dasar sup, ramen, dan berbagai hidangan Jepang lainnya.

Rasa khas miso gurih dan lezat. Ada berberapa jenis miso, yang umum diantaranya hiro miso (miso putih), aka miso. (miso merah), dan awase miso (miso campuran)

Fermentasi makanan itu proses pengubahan zat organik dalam makanan oleh mikroorganisme seperti bakteri atau ragi. Rasa, tekstur, dan aroma makanan berubah setelah difermentasi. Fermentadi juga digunakan untuk mengawetkan makanan, meningkatkan nilai gizi, dan menciptakan rasa yang khas.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang difermentasi seperti miso dan makanan-makanan sehat lainnya membuat rata-rata orang Jepang bertubuh sehat. Tubuh sehat tentu erat hubungannya dengan angka harapan hidup yang tinggi.

Angka harapan hidup tertinggi di dunia saat ini dipegang oleh Monako. Rata-rata usia penduduknya tercatat mencapai 86.5 tahun. Negara ini dikenal dengan pelayanan kesehatan yang sangat baik dan gaya hidup yang sehat.  Selain Monako, negara-negara dengan angka harapan hidup tinggi diantaranya San Marino, Jepang, Singapura, dan Swiss.

Angka harapan hidup rata-rata orang Indonesia dikutip dari Geriarti.id 71,3 tahun. Ini menempati posisi ke-115 di dunia, dengan rata-rata usia 71,3 tahun. Angka tersebut masih di bawah rata-rata global yang berkisar pada 73,3 tahun. Di kawasan ASEAN, Indonesia menempati posisi ke-6.

Beberapa makanan Indonesia yang diolah lewat proses fermentasi antara lain tempe, oncom, tempoyak, tape, dadih dari Minangkabau, ikan naniura dari Tapanuli.

Tahu pun pada dasarnya hasil fermentasi meski prosesnya sedikit berbeda dengan tempe atau yoghurt. Fermentasi pada tahu menyebabkan penggumpalan protein kedelai, akibat asam seperti cuka atau air jeruk nipis atau garam kalsium sulfat yang digunakan, bukan mikroorganisme seperti pada tempe atau yogurt.

Makanan hasil fermentasi banyak manfaatnya.Dipercaya dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan ketersediaan zat gizi dalam makanan. Selain itu, fermentasi juga membantu mengawetkan makanan serta rasa dan teksturnya pun meningkat.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan