Kebahagiaan Paripurna Datuk Diraja Dimyani

Ketika Karya, Pengabdian, dan Perjuangan Menjadi Keabadian
Sebuah Kebahagiaan yang Tak Ternilai
Nama: Wachidal Mustofa Dimyani
Nama populer: Datuk Diraja Dimyani (Kaji Dim)
Asal: Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
Bidang kegiatan: Wirausaha dan ekspor produk pangan Indonesia ke Malaysia.
Perusahaan: Lestari Sadean International (LSI).
H. WACHIDAL MUSTOFA DIMYANI
Datuk Diraja Dimyani: Anak Desa Tulungagung yang Menyuapi Dunia
Dari perjuangan sederhana menuju panggung ekspor internasional, merajut usaha, pemberdayaan UMKM, dan pengabdian kepada sesama.
Berawal dari Desa, Bermimpi Menembus Dunia
Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang unik. Ada yang tumbuh dalam kemudahan, ada pula yang ditempa oleh keterbatasan. Namun, sejarah membuktikan bahwa tempat seseorang dilahirkan tidak menentukan sejauh mana ia dapat melangkah.
Kisah H. Wachidal Mustofa Dimyani, yang akrab disapa Kaji Dim dan dikenal sebagai Datuk Diraja Dimyani, merupakan salah satu potret perjuangan tersebut. Berasal dari Dusun Jeding Kidul, Desa Ariyojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, beliau membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari sebuah desa sederhana.
Perjalanan hidupnya bukan sekadar cerita tentang keberhasilan seorang pengusaha. Lebih dari itu, kisahnya memperlihatkan bagaimana ketekunan, keberanian mengambil peluang, dukungan keluarga, dan kemauan untuk terus belajar dapat mengubah kehidupan.
Didikan Keluarga Menjadi Fondasi Perjuangan
Masa kecil Kaji Dim tidak terlepas dari perjuangan kedua orang tuanya. Sang ayah pernah berjualan kacang keliling desa, sedangkan ibunya bekerja sebagai penjahit. Dalam perjalanan hidup keluarga tersebut, kerja keras dan kesederhanaan menjadi bagian penting yang membentuk karakter.
Kedua orang tuanya kemudian merantau ke Selangor, Malaysia, untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Pengalaman keluarga perantau ini kelak menjadi bagian penting dalam perjalanan Kaji Dim membangun usaha lintas negara.
Beliau menempuh pendidikan hingga bidang teknik mesin di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu modal untuk melangkah ke dunia yang lebih luas.
Pada 9 Desember 2001, Kaji Dim berangkat ke Malaysia. Keputusan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Ia tidak sekadar mencari pengalaman, tetapi juga mulai melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Menangkap Peluang dari Kerinduan terhadap Kampung Halaman
Di Malaysia, Kaji Dim melihat kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama para pekerja migran, terhadap makanan khas dari tanah air. Kerinduan pada kampung halaman ternyata dapat menjadi peluang usaha yang nyata.
Dari produk sederhana seperti kerupuk dan sale pisang, ia kemudian mengembangkan perdagangan berbagai makanan tradisional Indonesia, termasuk tiwul, gatot, dan ampok.
Produk-produk tersebut bukan hanya barang dagangan. Di balik setiap kemasan, terdapat cerita tentang kekayaan pangan Nusantara, kerja para produsen lokal, dan kerinduan masyarakat Indonesia terhadap cita rasa kampung halaman.
Pada 12 Oktober 2004, Kaji Dim mendirikan CV Lestari Sadean Internasional di Tulungagung. Usaha yang dirintis dari bawah ini kemudian berkembang menjadi bagian dari kelompok usaha Ananda Lestari Group.
Perjalanan tersebut memperlihatkan satu pelajaran penting: peluang besar tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Terkadang, keberhasilan justru tumbuh dari kemampuan melihat kebutuhan sederhana yang belum terpenuhi.
Lestari Sadean International: Membuka Jalan bagi Produk UMKM
Seiring waktu, usaha Kaji Dim berkembang dalam perdagangan dan ekspor produk pangan Indonesia ke Malaysia. Perusahaan yang dibangunnya menjadi salah satu jembatan bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memasuki pasar luar negeri.
Dalam laporan mengenai perjalanan usahanya pada Oktober 2026, ANTARA Jawa Timur menyebutkan bahwa Lestari Sadean International telah memasarkan lebih dari 2.000 jenis produk. Sebagian besar produk tersebut berasal dari UMKM Tulungagung, daerah lain di Jawa Timur, serta sejumlah wilayah Indonesia.
Pencapaian ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar pertumbuhan bisnis.
Bagi produsen kecil, akses ke pasar internasional bukanlah perkara mudah. Mereka membutuhkan jaringan pemasaran, pengelolaan distribusi, dan mitra yang mampu menghubungkan produk dengan konsumen di negara tujuan.
Di sinilah peran pengusaha menjadi penting. Ketika usaha berkembang sekaligus membuka kesempatan bagi produk UMKM untuk dipasarkan ke luar negeri, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.
Keberhasilan Kaji Dim memberikan inspirasi bahwa kegiatan usaha dapat menjadi sarana untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Tidak Ada Perjalanan yang Sepenuhnya Mulus
Perjalanan menuju keberhasilan tentu tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kaji Dim pun menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan bisnis lintas negara, termasuk persoalan pengiriman dan distribusi barang.
Salah satu peristiwa yang dikenangnya adalah kecelakaan truk pengangkut produk pada 1 Mei 2016, ketika kendaraan mengalami pecah ban dan terguling di jalan tol menuju gudang baru di Penang, Malaysia.
Pengalaman seperti itu mengingatkan bahwa dunia usaha bukan hanya tentang menghitung keuntungan. Ada risiko, ketidakpastian, dan keputusan sulit yang harus dihadapi dengan ketenangan serta tanggung jawab.
Usaha yang bertahan membutuhkan keberanian untuk memulai, kesabaran menghadapi kesulitan, dan kemampuan memperbaiki langkah ketika keadaan tidak berjalan sebagaimana direncanakan.
Ibu, Sumber Kekuatan dan Pengingat Kehidupan
Di balik perjalanan seorang pengusaha, sering kali terdapat sosok keluarga yang memberikan kekuatan besar.
Bagi Kaji Dim, ibunya memiliki tempat yang sangat istimewa. Dalam pemberitaan mengenai peluncuran autobiografinya, ia mengungkapkan betapa pentingnya menjaga dan menghormati sang ibu.
Pesan ibunya agar selalu berserah diri kepada Allah dan tidak bersikap sombong ketika mencapai keberhasilan menjadi pengingat yang berharga.
Nilai ini memberi dimensi kemanusiaan pada perjalanan bisnisnya. Keberhasilan bukan semata-mata tentang pencapaian materi, melainkan juga tentang bagaimana seseorang tetap menghargai asal-usul, keluarga, dan orang-orang yang telah mendukungnya.
Sebab, semakin tinggi seseorang melangkah, semakin penting baginya untuk mengingat akar yang menopang pertumbuhannya.
Menulis Perjalanan agar Menjadi Warisan Literasi
Perjalanan panjang tersebut kemudian diabadikan dalam buku autobiografi Anak Desa Menyuapi Dunia, yang mengangkat jejak perjuangan membangun usaha ekspor pangan.
Buku autobiografi memiliki kedudukan penting dalam dunia literasi. Melalui buku, pengalaman hidup seseorang dapat dibaca, dipelajari, dan dijadikan bahan renungan oleh generasi berikutnya.
Pengalaman yang semula hanya diketahui oleh pelakunya dapat berubah menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi banyak orang.
Bagi calon pengusaha, kisah perjuangan Kaji Dim dapat menjadi bahan pembelajaran tentang keberanian membaca peluang, ketekunan membangun jaringan, dan pentingnya memahami kebutuhan pasar.
Bagi pelaku UMKM, kisah tersebut membuka wawasan bahwa produk lokal memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen lintas negara apabila didukung oleh pemasaran dan distribusi yang tepat.
Sementara bagi generasi muda, perjalanan dari Desa Ariyojeding menuju pasar internasional menjadi pengingat bahwa cita-cita besar perlu disertai pendidikan, kerja keras, keberanian, dan kesediaan untuk terus belajar.
Kesuksesan yang Bermakna adalah Kesuksesan yang Bermanfaat
Perjalanan Kaji Dim juga memperlihatkan pentingnya menghubungkan keberhasilan usaha dengan kepedulian sosial. Melalui Yayasan Ananda Lestari Cemerlang, kelompok usahanya mengembangkan program beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu serta pendampingan bagi calon pekerja migran.
Dalam pemberitaan peluncuran buku pada Oktober 2026, hasil penjualan buku tersebut disebutkan akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan yayasan.
Langkah ini menghadirkan pesan bahwa pengalaman, keberhasilan, dan sumber daya yang dimiliki seseorang dapat digunakan untuk membantu orang lain memperoleh kesempatan yang lebih baik.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan tidak cukup dilihat dari seberapa besar usaha yang dibangun atau seberapa luas pasar yang dijangkau. Keberhasilan juga patut dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, dan generasi penerus.
Penutup: Dari Tulungagung untuk Indonesia
H. Wachidal Mustofa Dimyani, Datuk Diraja Dimyani, menghadirkan kisah tentang perjalanan seorang anak desa yang berani melangkah melampaui batas lingkungan tempat ia dibesarkan.
Dari Tulungagung, ia merintis perdagangan produk pangan Indonesia hingga menjangkau pasar Malaysia. Dalam prosesnya, ia mengembangkan jaringan usaha sekaligus membuka jalur pemasaran bagi berbagai produk UMKM.
Perjalanan itu mengandung pelajaran yang layak diwariskan: jangan meremehkan langkah kecil, jangan menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan jangan melupakan keluarga serta masyarakat ketika memperoleh keberhasilan.
Melalui buku Anak Desa Menyuapi Dunia, perjalanan tersebut memperoleh ruang untuk dikenang dan dipelajari. Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi para pengusaha muda, pelaku UMKM, pegiat literasi, dan siapa pun yang sedang berjuang mewujudkan cita-cita.
Sebab, seseorang tidak harus dilahirkan di kota besar untuk memiliki impian besar. Dari sebuah desa pun dapat tumbuh gagasan yang menjangkau dunia.
Salam Literasi.
Semangat berkarya, membangun usaha, memberdayakan sesama, dan mewariskan pengalaman melalui buku.
Kebahagiaan paripurna terpancar dari wajah Datuk Diraja Dimyani, akrab disapa Mas Kaji Dim, ketika menandatangani buku Autobiografinya berjudul Anak Desa Menyuapi Dunia. Senin, 12 Oktober 2026, menjadi hari istimewa yang akan dikenang sepanjang perjalanan hidup beliau.

Bertempat di Ballroom Hotel Lojikka, Tulungagung, momen bersejarah itu berlangsung dalam rangka perayaan ulang tahun ke-22 Perusahaan Lestari Sadean Internasional. Sebuah peristiwa penuh makna yang mempertemukan perjalanan hidup, perjuangan usaha, dan warisan pemikiran dalam satu panggung kebahagiaan.

Saksi Sejarah dari Jakarta. Ir. Mas’ud Dohim, Thamrin Dahlan, Enida Busri, dan Soegiri dari Jakarta, bersama ratusan undangan lainnya, turut hadir menjadi saksi sejarah.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara spektakuler tersebut. Setiap jabat tangan, senyuman, dan ucapan selamat menyimpan makna silaturahmi yang mendalam.

Kehadiran para sahabat menjadi bukti bahwa keberhasilan seseorang bukan semata-mata milik pribadi, melainkan juga sumber inspirasi bagi keluarga, sahabat, masyarakat, dan generasi penerus.

Selamat dan Sukses, Mas Kaji Dim!
Prestasi luar biasa yang membangga kan telah ditorehkan melalui perjuangan membangun Perusahaan Lestari Sadean Internasional hingga berhasil menembus pasar ekspor ke Malaysia. Capaian ini bukanlah sesuatu yang hadir secara tiba-tiba.

Di baliknya terdapat kerja keras, ketekunan, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan menjaga kepercayaan.

Perjalanan dari desa menuju dunia menjadi bukti bahwa keterbatasan tempat kelahiran tidak pernah menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih cita-cita besar. Asalkan tekad tetap menyala dan ikhtiar terus dilakukan, pintu keberhasilan selalu terbuka atas izin Allah SWT.

Menyatukan Dunia Usaha, Pendidikan, dan Literasi
Ada makna istimewa ketika profesi pengusaha, pendidik, dan penulis berpadu dalam satu perjalanan kehidupan.

Dunia usaha menghadirkan karya nyata bagi perekonomian, pendidikan menumbuhkan kecerdasan dan karakter, sedangkan literasi merekam pengalaman agar dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Buku Anak Desa Menyuapi Dunia menjadi medium untuk mengabadikan perjalanan, nilai perjuangan, dan pelajaran kehidupan
Melalui tulisan, pengalaman yang semula menjadi milik seorang tokoh dapat berubah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Inilah kekuatan literasi: menghubungkan masa lalu, memberikan makna pada masa kini, dan menyalakan harapan untuk masa depan.

Buku Adalah Mahkota Penulis
Sebagai pegiat literasi dan penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), saya meyakini bahwa buku memiliki kedudukan istimewa dalam perjalanan peradaban manusia. Buku bukan sekadar kumpulan halaman yang memuat kata dan kalimat, melainkan rekaman pemikiran, pengalaman, perjuangan, serta nilai-nilai kehidupan

Sebuah buku yang lahir dari ketulusan dapat melampaui usia penulisnya. Selaras dengan filosofi literasi, biarkan tulisan membela dirinya sendiri dan biarlah buku mengikuti takdirnya. Ketika sebuah karya memberikan manfaat kepada pembacanya, di situlah buku menemukan makna sejatinya.
Nama penulis boleh semakin jauh dari ingatan manusia, tetapi kebaikan yang ditinggalkannya dapat terus hidup melalui karya.
Keikhlasan Menjadi Fondasi Pengabdian
Pada akhirnya, keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari luasnya jaringan usaha, besarnya pencapaian ekonomi, atau banyaknya penghargaan yang diterima. Ukuran yang lebih mendalam ialah seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Al-Qur’an mengajarkan pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap ilmu yang dibagikan, kesempatan kerja yang dibuka, pengalaman yang dituliskan, dan bantuan yang diberikan dengan tulus merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan umat.
Semoga perjalanan hidup Mas Kaji Dim senantiasa dilandasi keikhlasan, dijauhkan dari kesombongan, serta diarahkan untuk meraih rida Allah SWT. Sebab, prestasi yang disertai akhlak mulia akan meninggalkan kesan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar pencapaian duniawi.
Menjadi Pribadi yang Dikenang karena Manfaatnya
Perayaan ulang tahun ke-22 Lestari Sadean Internasional dan peluncuran autobiografi Anak Desa Menyuapi Dunia menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk meninggalkan jejak kebaikan. Ada yang mewariskan perusahaan, ada yang mewariskan ilmu, dan ada pula yang mewariskan tulisan. Ketika semuanya berpadu dalam perjuangan yang bermanfaat bagi masyarakat, lengkaplah makna sebuah pengabdian.

Selamat dan sukses, Datuk Diraja Dimyani, Mas Kaji Dim! Semoga usaha semakin berkembang, karya semakin menginspirasi, keluarga senantiasa diberkahi, dan setiap langkah menjadi jalan kebaikan.
Semoga ilmu yang diajarkan, manfaat yang ditebarkan, dan karya yang diwariskan menjadi amal jariyah yang terus mengalir atas izin Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Salam Literasi. Salam 3 Pena: Penasehat, Penakawan, Penasaran.
Literasi ladang amal, berbagi kebaikan untuk kemaslahatan.
- Semangat Literasi
BHP 15 Oktober 2026
Thamrin Dahlan





