HATI-HATI MEMBINGKAI PROFESI GIZI

Terbaru1 Dilihat

Sebatang pohon dapat dijadikan beribu batang korek api. Tetapi sebatang korek api dapat memusnahkan beribu batang pohon“.

Kata bijak itu dalam maknanya.
ini bukan semata-mata atau sekadar membandingkan sebatang pohon dan  sebatang korek api. Ada pesan mendalam tersirat tentang betapa besar dampak satu tindakan kecil,  terlepas dari apakah baik atau buruk dalam kehidupan.

Pohon dimaknai sebagai sesuatu yang dibangun dengan proses panjang. Waktu, kesabaran, kerja keras, dan pertumbuhan bertahap tercurah di dalamnya. Sedangkan korek api mewakili hal-hal kecil yang tampak sepele namun mampu menghasilkan perubahan besar dalam hitungan di luar nalar.

Dalam kehidupan, sering seseorang menghabiskan waktu panjang untuk membangun kepercayaan, reputasi, hubungan, atau kesehatan. Namun, satu keputusan kecil yang buruk, satu kata kasar, atau satu kelalaian bisa membuat luluhlantak semua tatanan.

Ini perlu disadari,  tindakan kecil tidak boleh disepelekan. Kebaikan kecil yang konsisten dapat menumbuhkan kepercayaan dan keharmonisan yang berkesan. Sebaliknya, sikap negatif yang dibiarkan akan tumbuh seperti percikan api yang membuat kobaran besar yang merebak menghanguskan.

Dalam mengemban profesi gizi , prinsip ini pun berlaku serta wajib dihayati. Etika profesi harus melekat erat dalam menjalankan tugas berat. Sikap santun dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dalam pelayanan.

Satu kata terlontar dapat memicu “kebakaran” yang menjatuhkan martabat profesi dan sontak mengundang hujat.

Karenanya bangunlah kebiasaan baik layaknya menanam pohon, dan jagalah diri dari keputusan kecil yang bisa merusak apa yang telah di bangun dalam membingkai dan membentengi profesi gizi. Jangan sampai karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan