Kita Tak Pernah Tahu Titik Balik Seseorang

Terbaru321 Dilihat

Begitu cepat waktu berlalu. Tanpa terasa sudah hampir lima tahun tidak membersamainya lagi. Setiap hari bertemu dan saling sapa tetap terjaga diantara kami. Layaknya sebagai seorang guru dan murid.

Dulu tubuhnya yang mungil membuat leluasa untuk bergerak. Sekarang sudah jauh berbeda, tubuhnya sudah besar dan sudah mulai tampak wibawa pada dirinya.

Hari ini sengaja dirinya mampir ke kelasku hanya ingin melihatkan karyanya beruba cerita. Katanya hanya iseng-iseng menulisnya.

Setelah membaca cerita dengan empat judul yang berbeda ternyata cerita-ceritanya asyik juga.

Sudah mulai satu potensi lagi yang ada dalam dirinya. Dulu sering dianggap remeh oleh teman-temannya sekarang sudah mulai tumbuh dengan banyak talenta.

Sebagai guru hanya bisa memotivasi sepenuh hati, dan meyakinkan dirinya bahwa karya hebat dimulai dari hal kecil.

Ada cerita yang sudah di robeknya. Disaat ditanya katanya ceritanya tidak asyik. Hmmm… itulah anak-anak selalu mengambil keputusan sesuai apa yang terpikirkan olehnya.

Setelah berbincang dengan penuh kehangatan akhirnya terniat olehnya kalau sore ini akan menghasilkan dua cerita. Sungguh luar biasa.

Yakin dengan talentanya akan kesuksesan dimasa depan dalam hal yang disukainya. Itulah sosok murid yang 5 tahun lalu pernah membersamainya. Sekarang sudah di kelas enam.

Namun rasa bahagia dan bangga telah tertanam dihati ini. Jika seorang anak sudah mampu melihatkan karyanya. Maka tak perlu diragukan lagi bahwa anak itu hanya perlu pengakuan dan dukungan dengan apa yang telah dibuatnya.

Semoga tulisan-tulisan yang telah digoreskan bisa di bukukan dan bisa memberi manfaat untuk orang banyak.

Itulah goresan malam ini, spesial tentang anak muridku (Dzaky) yang 4 tahun lalu di kelasku sekarang telah kelas 6.

Barakallah ya ky… nanti kalau bukunya sudah terbit. Ustadzah adalah orang pertama yang akan membeli bukumu.

 

Tinggalkan Balasan