Teman Ustazd

Bukan sekali ini saja awak dipanggil  dengan sebutan ustazd tetapi sudah berkali kali terutama pada moment keagamaan. Terus terang sebenarnya agak risih juga di gelari pangkat ustazd karena awak belum pantas memakai sebutan terhormat tersebut.

Ustazd dalam kamus bahasa Indonesia di defenisikan sebagai Guru Agama.  Sering juga di salah eja -kan dengan  ustad atau ustadz (Arab:الأستاذ al-`Ustādz) adalah kata bahasa Indonesia yang bermakna pendidik.

Kata ini diserap dari bahasa Arab dari kata, pelafalan dan makna yang sama yaitu guru atau pengajar. Dalam bahasa Indonesia, kata ini lebih merujuk kepada guru, pengajar atau orang yang dihormati dalam bidang Islam.

Berdasarkan defenisi itu tak cocoklah awak disebut ustazd  arti nya juga guru dalam bidang agama Islam. Kalau di sebut guru biasa awak tak menolak bersebab memang itu profesi yang di geluti sejak tahun 1985 sampai saat ini.

Sebenarnya sebutan ustazd itu bermula ketika dr Rudy Hadi Sampurno menyampaikan ucapan selamat ulang tahun di WA Wadah Komunikasi P2KP. Tak salah juga persepsi dr Rudy tentang gelar Ustazd pasalnya awak pernah meminta bantuan Beliau menyerahkan hibah  buku Magnet Baitullah ke  Masjid di Surabaya.

3 Jurus jitu

Buku Magnet Baitullah (MB) adalah kumpulan reportase kegiatan Masjid Jami An Nur.

Buku ini berisikan tentang tatacara memakmurkan masjid.  Alhamdulillah buku MB  telah di hibahkan ke seluruh Propinsi melalui sobat penulis,  keluarga dan juga Kabiddokkes Kaltim, Sulut, Gorontalo dan Sulteng.

Awak memang jadi pengurus Masjid Jami An Nur sejak tahun 1998 sepulang menunaikan ibadah haji. Warga dan jamaah asrama polisi meminta awak menjadi Ketua Umum Masjid tetapi awak menolak karena tidak memiliki latar belakang pendidikan agama.

“Pak Haji urus manajemen masjid, urusan dakwah biar tanggung jawab  kami para ustad”

demikian bujuk ustad senior H Suwarta ketika meminta awak jadi Ketua Umum Masjid Jam An Nur.

Jadilah awak Khadimull istilah yang kami gunakan sebagai pelayan baitullah. Dalam posisi ini kami berupaya memanage Masjid agar makmur sesuai visi Shalat Fardhu  Seramai Shalat Jumat. Alhamdulillah cita cita itu lambat laun terwujud dengan bantuan segenap jamaah dan warga.

Terus terang dalam kurun waktu 15 tahun awak tak pernah satu kalipun manjadi imam dan khatib Sholat Jumat apalagi shalat ied fitri / adha. Menurut hemat awak inilah sebenarnya indikator seorang Dai, Ustazd atau Kiayi ketika mampu menjadi Imam dan menyampaikan khotbah Jumat.

Namun dalam keadaan terdesak apabila di minta memimpin doa terpaksa awak laksanakan dengan catatan tidak ada lagi di antara hadirin yang bisa membaca doa.

Inilah klarifkasi terkait sebutan Ustazd pada diri awak. Awak lebih suka digelari khadimull baitullah (pelayan masjid) karena lebih sesuai dan cocok dengan peran di syiar Agama Islam.

Kalaupun ada kosa kata ustazd boleh juga ditambahkan kata sahabat sehingga menjadi sahabat ustazd. Yes awak dalam kapasitas khadimullah memang mempunyai puluhan teman  profesi Ustaz, Dai dan Kiayi.

Jadi apabila sobat memerlukan penceramah pada acara kegiatan ke agamaan dengan senang hati awak  siap membantu.

  • Salam Literasi
  • BHP, 16 Juli 2022
  • YPTD

Tinggalkan Balasan