Puisi : Hidup di Zaman Cahaya Digital

Terbaru6 Dilihat

HIDUP DI ZAMAN CAHAYA DIGITAL

Karya Sahabat Literasi

Di tepi zaman yang berlari kencang,
manusia meniti jalan penuh gemilang.
Mesin berpikir menembus awan tinggi,
membawa mimpi ke ufuk tak bertepi.

Dahulu kabar menunggu musim berganti,
kini sekejap melintas di telapak jari.
Dunia yang jauh terasa berdekatan,
namun hati kadang kehilangan pegangan.

Menara data menjulang bagai gunung cahaya,
menyimpan ilmu dari segala maya.
Anak-anak zaman membaca semesta,
melalui layar yang menyala di mana-mana.

Kecerdasan buatan menenun berjuta karya,
membantu insan mengurai rahasia dunia.
Namun akal tetap memerlukan nurani,
agar kemajuan tidak kehilangan arti.

Peradaban tumbuh laksana sungai mengalir,
membelah batu, merangkai takdir.
Teknologi hanyalah perahu yang melaju,
manusialah nahkoda penentu tuju.

Jangan biarkan budi tenggelam oleh angka,
atau kasih terhapus oleh logika belaka.
Sebab kemuliaan bukan pada mesin tercipta,
melainkan pada jiwa yang menjaga cinta.

Maka berjalanlah bersama zaman yang datang,
tanpa melepaskan akar yang menyangga batang.
Biarlah ilmu, iman, dan adab bersanding mesra,
menuntun kehidupan menuju peradaban mulia.

Teknologi berkembang pesat,
menembus ruang melintasi masa.
Bila akhlak tetap terjaga kuat,
maju peradaban, sejahtera manusia.

  • Salam Literasi
    Thamrin Dahlan YPTD
  • BHP, 21 Juni 2026

Tinggalkan Balasan